Impor merajalela, DPR Pertanyakan Ketegasan Jokowi Hentikan Impor Pangan

0
283
Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan

Jakarta, Nawacita – Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan mengaku heran dengan kebijakan pemerintah yang terus mengeluarkan izin impor untuk kebutuhan pangan.

Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyatakan dengan tegas agar uang rakyat jangan dibelikan produk impor bahkan terbukti beberapa barang impor dicap sebagai produk dalam negeri.

“Ini sangat memprihatinkan, negara kita selalu bergantung dengan produk impor dan sepertinya arahan atau himbauan Presiden Jokowi soal bangga menggunakan produksi dalam negeri  sepertinya hanya candaan dan senda gurau belaka karena faktanya data impor selalu meningkat setiap tahun,” kata Johan, kepada wartawan, Selasa (05/04/2022).

lebih lanjut, Johan pun mempertanyakan, ketegasan Presiden Jokowi yang menyebut mampu untuk hentikan impor pangan.

Jika impor terus dilakukan, petani di dalam negeri mengalami banyak kesulitan diantaranya harga bahan pangan pokok yang terus melonjak serta naiknya harga pupuk non subsidi dan anjloknya produksi lokal akibat beban biaya produksi yang tinggi.

Johan mencontohkan untuk komoditas cabai, pemerintah hanya bisa beralasan faktor cuaca padahal minimnya pasokan cabai dari petani karena menurunnya minat petani sebagai dampak dari rendahnya harga pada musim panen sebelumnya.

“Pada bulan lalu telah dilakukan impor cabai dengan jumlah sebanyak 1.572 ton yang bernilai US$ 3 juta, sementara pemerintah tidak mampu mengatasi kurangnya pasokan cabai supaya berasal dari poduksi lokal dengan alasan persoalan cuaca ekstrem,” ungkapnya.

Politisi PKS ini juga menyampaikan bahwa anjloknya produksi bawang merah harus dijelaskan oleh pemerintah, dan dirinya meminta ketegasan agar tidak dilakukan impor bawang merah pada saat puasa dan lebaran ini karena akan semakin berdampak buruk pada petani bawang.

Demikian juga dengan perkiraan total kebutuhan daging sapi dari Januari-Mei 2022 sebesar 301.466 ton, dan lagi-lagi ternyata pemerintah melakukan rencana impor pada bulan puasa ini sebesar 103.019 ton.

Johan juga menyampaikan, bahwa sebenarnya pemerintah memiliki target produksi daging sapi sebesar 421,4 ribu ton.

“Jika target tersebut tercapai sebetulnya kita tidak perlu impor untuk memenuhi pasokan daging sapi sampai momen lebaran ini, jadi persoalan mendasar bagi pemerintah adalah kerja keras memberdayakan potensi peternakan nasional untuk mencapai target produksi daging sapi dan berhentilah untuk selalu mengandalkan impor daging,” tegas Johan.

Johan pun menegaskan adanya gerakan cinta produk dalam negeri seperti yang disampaikan Presiden Jokowi agar kita berani tidak impor, harusnya dimulai dari sektor pertanian dan peternakan karena sektor ini merupakan basis ekonomi dari kehidupan petani dan peternak kita.

“Saya menyesalkan tentang ketidakberdayaan dan kegagalan pemerintah dalam menghadapi persoalan mahalnya sejumlah komoditas pangan, seperti minyak goreng, kedelai, daging sapi dan cabe, apalagi saat masuknya bulan puasa maka inflasi semakin meningkat,” ujarnya.

“padahal sebelumnya sudah diperingatkan agar pemerintah bisa mewaspadai gejolak inflasi pangan pada tahun ini,” imbuh Johan.

 

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

LEAVE A REPLY