Mendagri Perpanjang Masa PPKM, Safrizal: Jumlah Daerah Level 3 Menurun Sangat Signifikan

0
142
Dirjen Bina Adwil, Safrizal

Jakarta, Nawacita | Hari ini Menteri Dalam Negeri kembali mengevaluasi permberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh Indonesia.

Dari evaluasi yang dilaksanakan kepada pemerintah daerah menunjukkan penanggulangan Covid19 di Indonesia memperlihatkan trend yang terus membaik dengan adanya penurunan jumlah kasus harian, serta mulai menggeliatnya roda perekonomian di berbagai wilayah melalui kebijakan relaksasi yang diterapkan oleh pemerintah.

Perpanjangan PPKM yang tertuang dalam Inmendagri No. 16 Tahun 2022 untuk wilayah Jawa Bali akan berlaku efektif mulai tanggal 15 s.d. 21 Maret 2022.

Dirjen Bina Adwil, Safrizal menyampaikan beberapa hal penting yang ada di dalam Inmendagri tersebut antara lain adanya peningkatan jumlah daerah yang berada di Level 2 dari yang semula 37 daerah menjadi 55 daerah.

Sementara terjadi penurunan jumlah daerah yang berada di Level 3 yang semula berjumlah 84 daerah menjadi 66 daerah.

Sedangkan untuk daerah Level 4 belum mengalami perubahan dari Inmendagri Nomor 15 Tahun 2022, yaitu tetap 7 daerah. Begitu juga halnya dengan Level 1 hingga saat ini belum ada daerah di wilayah Jawa dan Bali yang masuk ke Level 1.

Sedangkan untuk wilayah di luar Jawa dan Bali, perpanjangan PPKM diatur dalam
Inmendagri No. 17 Tahun 2022 yang akan berlaku efektif tanggal 15 s.d. 28 Maret 2022.

“Di luar Jawa dan Bali saat ini juga menunjukkan kondisi yang lebih baik dimana sudah banyak daerah kabupaten/kota yang turun dari Level 3 menjadi Level 2,” terang Safrizal kepada wartawan melalui Pers Release, Selasa (14/02/2022).

Pada pemberlakuan PPKM kali ini, jumlah daerah yang berada di Level 3 mengalami
penurunan yang sangat signifikan dari 320 daerah menjadi 200 daerah.

Hal tersebut diikuti dengan naiknya jumlah daerah yang berada di Level 2 dari 63 daerah menjadi 168 daerah, dan Level 1 dari yang sebelumnya 3 daerah menjadi 18 daerah.

Lebih lanjut Safrizal menjelaskan bahwa pada pengaturan Inmendagri kali ini juga diatur pelaksanaan Mandalika Moto GP di Mandalika International Street Circuit, yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden pada tanggal 20 Maret 2022.

Jumlah penonton yang diijinkan masuk adalah paling banyak 60.000 orang dengan kelas festival maksimal 10% dari jumlah penonton.

“Syarat vaksinasi benar-benar kita terapkan dimana untuk seluruh pembalap, crew, official, hingga penonton yang telah mendapatkan vaksin 2 kali tidak diwajibkan menunjukan hasil RT-PCR atau Rapid Test Antigen,” tuturnya.

Begitu juga halnya bagi penonton yang berasal dari luar Pulau Lombok tidak diwajibkan menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen pada saat kedatangan/tiba di Lombok selama yang bersangkutan telah mendapatkan vaksin 2 (dua) kali.

“Selain itu, diharapkan dalam penyelenggaraan Moto GP dapat menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal dan regional melalui upaya memaksimalkan pelibatan UMKM sehigga mampu meningkatkan dan mempercepat agenda pemulihan ekonomi nasional.” Tegas Safrizal.

Berkaitan dengan kegiatan vaksinasi, berdasarkan data yang dihimpun oleh Kemendagri, Kemenkes, dan Satgas Nasional Covid19, cakupan vaksinasi di daerah berbanding lurus dengan keberfungsian atau kinerja posko PPKM Mikro yang ada di setiap daerah.

“Untuk itu kami terus menghimbau kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Wali Kota agar fungsi posko PPKM Mikro dapat dioptimalkan, khususnya untuk mendukung capaian dan tingkat penjangkauan vaksinasi”, pungkas Safrizal.

Sumber : Umar (Biro Aceh)

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY