Di PWNU Jatim, Puan Maharani Nostalgia Hubungan Soekarno – KH Hasyim Asy’ari

0
353
Ketua DPP PDI PErjuangan bersama para ulama PWNU Jawa Timur, di Surabaya, 1/3/2022. Foto : Riko Abdiono

SURABAYA | Nawacita – Hubungan baik antara pemimpin negara dengan ulama diangkat dalam tema kunjungan Ketua DPR RI Puan Maharani ke kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Selasa (1/3/2022) malam.

Puan yang juga cucu dari Proklamator Soekarno ini menyebut silaturahmi sudah menjadi tradisi. Terlebih menurutnya, mendiang Bung Karno sangat dekat dengan kalangan Kiai Nahdlatul Ulama (NU). “Bahkan, dekat dengan ulama besar yang juga pendiri NU KH Hasyim Asy’ari,” sebut Puan sembari mengingat nostalgia hubunga di zaman kemerdekaan itu.

Kedekatan dengan organisasi terbesar ini, kata Puan, lantas dilanjutkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri Presiden RI ke-5. “Kemudian dilanjutkan dengan Ibu Mega bersama dengan Gus Dur,” jelasnya.

Puan yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan itu menyebut, bagi dirinya, rajutan silaturahmi itu tidak boleh terputus. Sehingga, Puan memastikan akan terus menjaga silaturahmi dan hubungan yang baik dengan NU.

“Saya tentu saja berusaha untuk Insyaallah menjahit kembali silaturahmi yang pernah ada dalam dua generasi tersebut untuk bisa melakukan sinergi dalam membangun bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurut Puan, hubungan yang baik ini memang perlu terus dirawat. Sebab hal ini penting untuk tujuan membangun bangsa dan negara secara bersama-sama dan gotong royong. Termasuk dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Tadi saya diberi wejangan, bahwa silaturahmi itu intinya adalah gotong royong. Sementara gotong royong adalah intisari dari Pancasila,” ungkapnya

Puan tiba di Kantor PWNU Jatim sekira pukul 19.01 WIB. Dia disambut langsung oleh jajaran Kiai, termasuk Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar.

Puan didampingi sejumlah politisi PDI Perjuangan yang juga legislator diantaranya anggota DPR RI Puti Guntur Soekarno. Lalu, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah dan anggota DPR RI Indah Kurnia. Kemudian juga Ketua DPRD Jatim yang juga Ketua PDI Perjuangan Jatim Kusnadi, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan politisi PDI Perjuangan Whisnu Sakti Buana.

Di akhir pidatonya, Puan mengatakan kedekatan ulama dengan umaro harus terus dijaga. Termasuk hubungan NU dengan PDI Perjuangan. “Kedekatan hubungan antara NU dan PDI Perjuangan ini tentu saja harus kami jahit kembali bersama-sama secara gotong royong dalam membangun bangsa dan negara,” sambungnya.

Disisi lain, Puan menyatakan, Jawa Timur merupakan daerah yang sangat penting dan memiliki kedekatan emosional bagi dirinya. Sebab, Jawa Timur menjadi tempat Soekarno lahir dan juga menjadi tempat Bung Karno dimakamkan.

“Dan di Jawa Timur inilah, insyaallah apa yang menjadi cita-cita dari pendiri bangsa, para tokoh NU, insyaallah bisa diteruskan oleh kita semua secara bergotong royong dalam membangun bangsa,” tuntasnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar menyatakan dalam upaya merebut kemerdekaan bangsa ini, tak bisa dilepaskan dari perjuangan kalangan Kiai dan kaum nasionalis.

“Maka kami semua para kiai dan Mbak Puan ingin terus menjaga bangsa ini bersama-sama antara ulama dan kaum nasionalis,” ujar Kiai Marzuki. bdo

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY