Baliho Puan Dicopot Satpol PP di Desa Lokasi Semeru, Ini Tanggapan PDIP

0
100
Baliho Puan Dicopot Satpol PP di Desa Lokasi Semeru.

Jakarta, Nawacita – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan pencopotan baliho Puan Maharani di desa-desa terdampak erupsi Gunung Semeru.

“Tidak ada masalah (baliho dicopot) karena itu kewenangannya Pemerintah Daerah (Pemda),” ujarnya, Jumat (24/12).

Hendrawan mengatakan, pihaknya juga tidak akan mengambil tindak lanjut apa-apa atas pencopotan baliho tersebut. Pasalnya, ia mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk spontanitas para relawan di daerah.

“Tentu tidak ada instruksi. Relawan bergerak dengan spontanitas,” tuturnya.

Ia menilai tindakan relawan itu bertujuan baik dan tidak ada unsur politisasi di dalamnya. Hanya saja, niat baik tersebut justru disalahgunakan oleh pihak lain di luar kepentingan kemanusiaan.

“Maksudnya baik, untuk menggelorakan gotong royong, semangat juang dan optimisme menjalani kehidupan. Namun kami sadar, dalam kondisi sekarang, niat baik bisa dengan mudah di-frame secara politik,” ujarnya.

Belakangan setelah ramai di media sosial, Satpol PP Lumajang pun menurunkan baliho bergambar Puan tersebut yang bertebaran di desa-desa terdampak erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Lumajang, Didik Budi Santoso mengatakan penertiban itu mereka lakukan lantaran baliho Puan tak memiliki izin untuk dipasang di wilayahnya.

Belakangan setelah ramai di media sosial, Satpol PP Lumajang pun menurunkan baliho bergambar Puan tersebut yang bertebaran di desa-desa terdampak erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur.

“Sementara ini mulai dari di posko Candipuro, sampai di atas, di Kamar Kajang menuju ke arah Gladak Perak,” ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (23/12) siang.

CNN.

LEAVE A REPLY