Sosialisasikan Hasil Perundingan IK-CEPA, Wamendag Ungkap Berbagai Produk hingga UMKM Gratis Masuk Korea

0
233

Surabaya, Nawacita – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga mengatakan hasil perundingan Internasional Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) memberikan banyak manfaat.

Jerry mengungkapkan salah satunya cost tariff. Cost tariff tersebut, membuat 11.687 produk masuk ke Korea Selatan secara gratis.

“Ini benefit yang konkret, benefit yang benar-benar bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha,” kata Jerry Sambuaga, dalam sambutan Sosialisasi Hasil Perundingan IK-CEPA, di Hotel JW Marriott, Surabaya, Selasa (7/12/2021).

“Barang-barang, produk kita, produk UMKM termasuk di dalamnya, masuk ke korea itu gratis. Efisensi dari segi cost dan biaya dan seterusnya, sehingga memotivasi dan membuat para pelaku ekspor kita untuk semakin bersemangat mengirim barang-barang ke Korea,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jerry mengaku, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan terus melakukan sosialisasi dan memperluas literasi agar para pelaku usaha mengetahui dan dapat memanfaatkan potensi ekspor ke Korea, terlebih untuk memaksimalkan cost tariff yang gratis tersebut.

Ia menyebutkan hingga Desember 2021, Kemendag telah menyelesaikan 23 perjanjian dagang seluruh dunia yang mewakili 5 benua seperti Afrika, Asia, Australia, Eropa dan Amerika.

“Contoh, Australia CEPA itu cost tariff-nya hampir mencapai 7.000 produk cost tariff  free. Lalu dengan EFTA hampir mencapai 8.000. cost tariff free,” papar Jerry.

Untuk itu, ia menekankan para pengusaha agar dapat memanfaatkan perjanjian perdagangan yang sudah ditetapkan Indonesia dengan negara mitra dagang yang ada di seluruh dunia.

“Tugas pemerintah adalah negosiasi, fight kepentingan kita bagaimana kita memasukan keuntungan dalam perjanjian dagang tersebut untuk agenda kepentingan nasional,” tuturnya.

Ia menambahkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia periode Januari−Oktober 2021 menjadi terbesar sepanjang sejarah dengan angka USD30,81 miliar.

“Artinya, ekspor kita lebih besar daripada impor kita dan angkanya itu tidak sedikit. Ini tertinggi semenjak 10 tahun terakhir,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY