Terbang ke Lumajang, Mensos Risma Temui Korban Erupsi Gunung Semeru

0
145
Mensos Tri Rismaharini bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq di daerah lokasi bencana erupsi Gunung Semeru, Minggu (5/12/2021). Foto : Alma / nawacita

Jakarta, Nawacita – Menteri Sosial Tri Rismaharini meninjau langsung kondisi warga pasca Erupsi Gunung Semeru, di Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pantauan Nawacita.co di lapangan, setibanya dilokasi Risma langsung berkoordinasi dengan Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, di Kantor Kecamatan, pukul 12.04 WIB.

Tak hanya itu, Risma juga akan meninjau dapur umum Kementerian Sosial yang didirikan di posko-posko pengungsian.

Sebelumnya juga, Risma meninjau posko pengungsian Kecamatan Candipuro yang diketahui menjadi kecamatan terdampak paling parah Erupsi Gunung Semeru.

Berikut ini, informasi mengenai sebaran awas panas guguran juga berdampak pada dua kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo pada Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumberurip, serta Dusun Curah Kobokan di Desa Supiturang serta Kecamatan Candipuro pada Dusun Kamarkajang di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur.

Selain itu terdapat delapan kecamatan dan beberapa desa yang terdampak abu vulkanik, meliputi Kecamatan Ampelgading pada Desa Argoyuwono.

Kecamatan Tirtoyudo pada Desa Purwodadi dan Desa Gadungsari.

Kecamatan Pagelaran pada Desam Clumprit.

Kecamatan Wajak pada Desa Bambang.

Kecamatan Kepanjen pada Desa Panggungrejo dan Mojosari.

Kecamatan Dampit pada Kelurahan Dampit.

Kecamatan Bantur pada Desa Bantur dan Rejosari.

Kecamatan Turen pada Desa Talok.

BPBD Kabupaten Lumajang juga melaporkan terdapat 902 warga mengungsi yang tersebar di beberapa titik kecamatan, antara lain :

305 orang mengungsi di beberapa fasilitasi pendidikan dan balai desa di Kecamatan Pronojiwo dengan rincian :

– SDN Supiturang 04 ± 80 orang

– Masjid Baitul Jadid Dsn. Supiturang ± 50 orang

– SDN Oro-Oro Ombo 3, ± 20 orang

– SDN Oro-Oro Ombo 2, ± 35 orang

– Masjid Pemukiman Dusun Kampung Renteng Desa Oro-oro Ombo ± 20 orang

– Balai Desa Oro-Oro Ombo ± 40 orang

– Balai Desa Sumberurip ± 25 orang

– SDN Sumberurip 2, ± 25 orang

– Sebagian masyarakat mengamankan diri di rumah keluarganya di sekitar ketinggian Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus, Desa Oro-Oro Ombo.

409 orang di lima titik balai desa di Kecamatan Candipuro dengan rincian :

– Balai desa Sumberwuluh

– Balai desa Penanggal

– Balai desa Sumbermujur

– Dusun Kampung Renteng,  Desa Sumberwuluh

– Dusun Kajarkuning, Desa Sumberwuluh

188 orang mengungsi di empat titik yang terdiri dari rumah ibadah dan balai desa di Kecamatan Pasirian dengan rincian :

– Balai desa Condro

– Balai desa Pasirian

– Masjid Baiturahman Pasirian

– Masjid Nurul Huda Alon² Pasirian

Kejadian sebaran awan panas guguran Gunung Semeru juga menyebabkan beberapa rumah warga tertutup material vulkanik serta jembatan Gladak Perak di Curah Kobokan yang menjadi akses penghubung Lumajang dan Malang terputus.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY