Buka Festival Parade Perahu Hias Nelayan, Ketua BKN Abdul Ghoni Dayung Bersama dengan Nelayan

0
153

Surabaya, Nawacita – Destinasi kawasan wisata Pantai Kenjeran selama ini merupakan salah satu aset wisata legendaris kota Surabaya. Selama ini, sebelum memasuki masa pandemi begitu panjang, warga kota Surabaya dimanjakan menikmati sunrise & sunset, wisata kuliner, dan berlayar menggunakan perahu.

Tepat pada Tgl 28 November 2021 diadakan Festival Parade Perahu Hias Nelayan sebagai puncak rangkaian acara Festival Pemuda dg tema Sunrise of Surabaya yg diinisiasi oleh Abdul Ghoni selaku Ketua BKN (Badan Kebudayaan Nasional) bersama Aryo Seno Bakaskoro selaku Ketua TMP (Taruna Merah Putih) dari DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Upacara yg berjalan secara Khidmat serta Tetap Menjaga Protokol Kesehatan, di dekat titik lokasi antara bibir pantai dan Taman Suroboyo menjadi prosesi pembukaan sakral acara pagi itu, disaksikan oleh warga sekitar dan sejumlah pengunjung yg berdatangan. Dari festival ini bukan hanya sekedar hiburan semata namun memiliki tujuan dari meningkatkan kualitas nelayan Kenjeran dalam pemulihan ekonomi serta menghadirkan inspirasi kreatifitas budaya nuansa pesisir para nelayan seperti yg disampaikan koordinator acara Zainul Ihsan (TMP).

Tentunya, festival parade perahu hias ini diikuti para nelayan sejumlah 15 tim yg tergabung dalam KNSU (Kelompok Nelayan Tangguh Surabaya Utara) dimana terbagi secara merata masing-masing 5 orang dari Kecamatan Bulak, Kenjeran dan Sukolilo Baru. Poin Utama akan Keindahan (tampilan fisik, kerapian, dan tingkat detail), Kreatifitas (dekorasi dan ornamen secara visual), dan Kerja sama Tim (Yel-Yel Merdeka dan Kesetaraan Dalam Kelompok) merupakan kategori penilaian juara dalam kompetisi ini.

Juara 1 dimenangkan oleh Nelayan Udang Rebon – perahu no 4, Juara 2 diraih oleh Nelayan Udang Rebon – perahu no 7, berikutnya Juara 3 diberikan pada Nelayan Bintang Laut serta Juara Favorit terpilih atas Perahu bernomor 3. Para peserta berkesempatan memamerkan perahunya dari bernuansa Kapal Destroyer, Hewan Unta, Peristiwa 10 Nov, dan lain-lain ini, bukan hanya singgah namun berlayar secara serentak yg tidak terlalu jauh dari bibir pantai.

Tidak hanya suasana kemeriahan para nelayan, warga, dan pengunjung akan tetapi realisasi ide gagasan yg bertepatan pada Peristiwa 10 November sebagai Hari Pahlawan dapat diwujudkan konsisten setiap tahunnya karena akan menjadi spirit dan semangat juang kita para pemuda kota Surabaya. Merdeka!

Abdul Ghoni selaku ketua BKN DPC PDIP Surabaya menyampaikan, sebelumnya kami mengkaji secara keseluruhan, memang parade perahu hias ini hampir beberapa kurung waktu ini tidak ada kegiatan hal yang seperti itu.

“Sehingga, walaupun sesederhana dengan budget semaksimal yang sederhana tapi Alamadulilah partisipasi masyarakat nelayan di sekitar pesisir juga sangat luar biasa,” ucap Abdul Ghoni

Dan ini diikuti dengan dampak yang lain, contohnya munculnya perekonomian di sekitar situ mulai tumbuh kembang, seandainya kalau ini dilakukan rutin tiap tahun, Insyaallah akan luar biasa untuk memantik perekonomian itu sendiri.

Untuk acara sebelumnya trusty market, bagaimana anak anak muda berupaya memasarkan barang branded second dalam maupun luar negeri, itu di jual kembali tapi sterilisasi konveksinya benar benar sterill

Makanya di tawarkan berbagai macam, tinggal dilanjutkan talkshow kepemudaan yang dimana peran anak muda memiliki kontribusi yang sangat luar biasa contohnya halnya adalah, bagaimana memasarkan melalui teknologi yang ada,” tutup ketua BKN DPC PDIP Surabaya

Dn

LEAVE A REPLY