MPR Sebut Banyak Tokoh Lokal Bisa Jadi Pemimpin Nasional

0
98
Fadel Muhammad saat diskusi di Media Centre DPR RI, Senin (15/11/2021). Foto : Alma/nawacita

Jakarta, Nawacita – Kontestasi 2024 makin terasa lantaran beberapa partai politik (parpol) sudah mulai memunculkan figur-figur calon presiden untuk 2024. Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad meminta kepada parpol untuk mencari figur yang berjiwa pahlawan, berjiwa spirit dan memiliki motivasi yang tinggi. 

“Untuk itu dibutuhkan media yang bisa mengangkat orang-orang ini untuk kemudian menjadi tokoh di tingkat nasional. Mengapa? Karena kita butuh pemimpin-pemimpin lebih banyak, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pilihan lebih banyak,” kata Fadel Muhammad, dalam diskusi Empat Pilar MPR bertajuk ‘Menebar Nilai Kepahlawanan dalam Kontestasi Politik Nasional’ di Media Center Gedung Nusantara III DPR RI, Jakarta, Senin (15/11/2021). 

Lebih lanjut, mantan Gubernur Gorontalo ini, tokoh-tokoh berjiwa pahlawan tersebut dibawa ketingkat nasional, dan dijadikan calon kontestasi pada masa yang akan datang. Ia menilai, saat ini parpol kurang mempromosikan tokoh-tokoh ‘lokal’ yang berpotensi ke tingkat nasional. 

“Jadi (selama ini), kurang ada promosi tokoh-tokoh panutan ‘lokal’ ke tingkat nasional untuk kita bawa menjadi calon pemimpin nasional. Memang tidak mudah kita mendapatkan tokoh-tokoh tersebut, kecuali harus melalui partai politik,” paparnya. 

“Maka dahulu, ketika saya masih menjadi pengurus Partai Golkar, kita pernah mengadakan konvensi, untuk mencari pemimpin pada kontestasi nasional dan ternyata konvensi ini, saya berpendapat sangat efektif dan bagus kita bisa mendapatkan tokoh-tokoh dan bisa sama-sama melihat ke depan,” sambung Fadel. 

Sementara itu, Anggota MPR RI Fraksi Demokrat Herman Khaeron menyampaikan bahwa calon kontestan harus memiliki kriteria pahlawan bangsa, apalagi pada tingkat nasional. 

“Karena bagi saya, pahlawan itu terminologinya adalah seseorang yang mampu mencurahkan daya dan pikirannya bahkan jiwanya untuk negara tanpa hitung-hitungan. Saya setuju memang, menemukan figur seperti itu di era saat ini sangat sulit,” ucap Herman.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY