KOI Lakukan Diplomasi ke WADA Guna Kurangi Durasi Sanksi

0
99

Jakarta, Nawacita – Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) dijatuhkan sanksi oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang menyebabkan Indonesia tidak dapat mengibarkan bendera merah putih jika memenangkan pertandingan selama satu tahun.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sekaligus ketua tim investigasi Raja Sapta Oktohari mengungkapkan akan kembali melakukan diplomasi dengan WADA sebagai upaya untuk mengurangi durasi sanksi.

“kami akan melakukan diplomasi kembali dan dijelaskan kepada WADA bahwa semua tantangan-tantangan yang menjadi dasar sanksi yang diberikan kepada Indonesia kita bisa selesaikan sehingga apabila memungkinkan proses pengangkatan sanksi itu dipercepat,” kata Okto, saat diwawancarai usai rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

“Ini butuh diplomasi karena sanksi telah dijatuhkan selama satu tahun, dan proses ini semua sudah kita lakukan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Okto menjelaskan, Meski durasi hukuman berlaku selama setahun, sejak diberlakukan pada awal Oktober 2021, namun Indonesia masih berstatus tuan rumah ajang internasional yang sudah diagendakan sebelum sanksi dijatuhkan.

Ada beberapa kejuaraan yang dijadwalkan digelar di Indonesia selama satu tahun ke depan, antara lain turnamen bulu tangkis BWF, World Superbike, MotoGP, dan FIBA Asia Cup 2021.

“kegiatan (kejuaraan) yang sebelumnya sudah kita dapat sebelum jatuh sanksi itu tetap bisa dilaksanakan sesuai dengan jadwal,” jelas Okto.

Sementara itu, Ketua LADI Musthofa Fauzi menyampaikan alasan WADA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia tidak hanya disebabkan kurangnya sampel pengujian doping, tetapi juga menyangkut independensi LADI.

“Ada masalah-masalah administratif yang menyangkut kemandirian atau independensi LADI ini serta beberapa kewajiban administratif yang memang harus kita penuhi agar sesuai dengan world anti-doping code,” papar Musthofa.

Ia menyebut pihaknya terus bekerja ekstra agar segala persyaratan dapat segera diselesaikan dan sanksi yang diberikan WADA sesegera mungkin dicabut.

“Selesai Peparnas baru kita laksanakan sampel untuk pemeriksaan doping di luar kompetisi. InsyaAllah selesai di akhir November lah. Administrasi juga sambil jalan paralel. InsyaAllah mudah-mudahan selesai. Mohon bantuannya mohon doanya,” tutupnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY