Dibuka Sejak 18 Oktober, Pendaftaran Calon Anggota KPU dan Bawaslu Sepi Peminat

0
98
Juri Ardiantoro Ketua Timsel Rekruitmen KPU dan Bawaslu 2022-2027.

Jakarta, Nawacita – Pendaftaran Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dibuka pada 18 Oktober 2021. Namun, hingga kini belum banyak pendaftar alias sepi peminat.

Berdasarkan laman https://seleksikpubawaslu.kemendagri.go.id/jumlah-pendaftar jumlah pendaftar calon anggota KPU baru 29 orang. Sementara untuk calon anggota Bawaslu baru 17 orang.

Pendaftaran seleksi ini akan dibuka hingga 15 November 2021. Dan Sebagaimana diketahui, Tim Seleksi (Timsel) harus menyerahkan 14 nama calon anggota KPU dan 10 nama calon anggota Bawaslu.

Berikut 12 tahapan dalam seleksi tersebut calon anggota KPU dan calon anggota Bawaslu:

  1. Pengumuman pendaftaran (15-17 Oktober 2021)
  2. Penerimaan pendaftaran (18 Oktober-15 November 2021)
  3. Penelitian administrasi (10-16 November 2021),
  4. Pengumuman hasil seleksi administrasi (17 November 2021),
  5. Seleksi tertulis dan penulisan makalah

a. Pelaksanaan tes tertulis dan makalah (24 November 2021)

b. Penilaian Makalah (25-28 November 2021)

  1. Tes psikologi (25 november 2021),
  2. Pengumuman hasil seleksi tahap kedua yakni tahap tertulis, makalah dan psikologi (3 Desember 2021),
  3. Tes psikologi lanjutan (9-11 Desember 2021),
  4. Tes kesehatan (26-30 desember 2021),
  5. Wawancara bakal calon anggota Bawaslu (26-27 desember 2021),
  6. Wawancara bakal calon anggota KPU (28-30 desember 2021).
  7. Penyampaian hasil seleksi kepada presiden (7 Januari 2022).

Serta, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, berikut persyaratan Calon Anggota KPU dan Calon Anggota Bawaslu Masa Jabatan Tahun 2022-2027, sebagai berikut :

  1. Warga Negara Indonesia;
  2. Pada saat pendaftaran berusia paling rendah 40 (empat puluh) tahun;
  3. Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945;
  4. Mempunyai integritas, berkepribadian yang kuat, jujur, dan adil;
  5. Memiliki pengetahuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu, ketatanegaraan, dan kepartaian untuk calon anggota KPU;
  6. Memiliki pengetahuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu, ketatanegaraan, kepartaian dan pengawasan Pemilu untuk calon anggota Bawaslu;
  7. Berpendidikan paling rendah strata 1 (S1);
  8. Berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk;
  9. Mampu secara jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika;
  10. Mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun pada saat mendaftar sebagai calon;
  11. Mengundurkan diri dari jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan/atau badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah pada saat mendaftar sebagai calon;
  12. Bersedia mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum dan tidak berbadan hukum apabila telah terpilih menjadi anggota KPU atau Bawaslu yang dibuktikan dengan surat pernyataan;
  13. Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;
  14. Bersedia bekerja penuh waktu, yang dibuktikan dengan surat pernyataan;
  15. Bersedia tidak menduduki jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan/atau badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah selama masa keanggotaan apabila terpilih; dan Tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama Penyelenggara Pemilu

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY