Fintech Crowde Raih Pendanaan 127 Miliar Karena Fokus di Pertanian

0
396

Nawacita – Startup fintech lending yang fokus di sektor pertanian, Crowde, meraih pendanaan senilai US$9 juta (sekitar Rp127 miliar) dalam putaran Seri B yang dipimpin oleh Monk’s Hill Ventures.

Berdasarkan data dari VentureCap Insights, PT Great Giant Pineapple yang merupakan anak perusahaan dari Gunung Sewu Group dan existing investor Mandiri Capital Indonesia turut berpartisipasi dalam putaran ini.

Data VentureCap Insights menunjukkan bahwa pendanaan ini meningkatkan valuasi Crowde menjadi US$32 juta atau setara Rp452 miliar. Tech in Asia sudah menghubungi pihak Crowde untuk mengonfirmasi pendanaan dan valuasi perusahaan tetapi belum mendapatkan tanggapan.

Crowde terakhir kali memperoleh pendanaan pada tahun 2019 dalam putaran Pra-Seri A senilai US$1 juta (sekitar Rp14,1 miliar) dari Mandiri Capital Indonesia. Di tahun tersebut, Crowde mulai menerapkan strategi yang membidik pemodal dari institusi. Dua tahun kemudian, Crowde resmi menutup skema crowdfunding bagi pemodal ritel.

Beberapa waktu lalu, Head of Funding and Impact Crowde, Afifa Urfani menyatakan bahwa alasan penutupan skema crowdfunding adalah kebutuhan modal proyek pertanian yang harus cepat dan presisi. Faktor ini membuat proyek pertanian lebih cocok didukung oleh pemodal institusi.

Hingga tahun 2020, kontribusi pemodal Crowde hanya 8 persen dari ritel dan 92 persen sisanya berasal dari pemodal institusi. Mayoritas mitra petani pun mengaku proses penyaluran modal dari pemodal institusi lebih terkontrol dan proyek budi daya lebih terjadwal.

Dalam situs resminya, Crowde mengklaim telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp253 miliar sejak tahun 2017 dengan total peminjam sebanyak 33,9 ribu orang. Beberapa pemodal institusi yang telah bekerja sama dengan Crowde, antara lain Mandiri, Bank BJB, BPR Supra, dan Saison Capital. Techinasia

LEAVE A REPLY