2 tahun Jokowi-Ma’ruf, Golkar Apresiasi Capaian Pertumbuhan Ekonomi

0
171
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP PG, Jakarta (20/10/2021). Foto : Alma / Nawacita

Jakarta, Nawacita – Partai Golkar memberikan catatan atas dua tahun pemerintahan dibawah kepemimpinan Joko Widodo dan Ma’aruf Amin. Salah satu catata yakni mengenai pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyebut salah satu capaian pemerintah dalam dua tahun terakhir di bidang ekonomi, yakni berhasil menahan kontraksi ekonomi di tahun 2020 yang hanya sebesar -2,07 persen year on year (yoy). Capaian tersebut menjadikan Indonesia menempati peringkat keempat di antara negara G20.

“Capaian tersebut tentunya tidak terlepas dari keberhasilan upaya pemerintah dalam pengendalian pandemi Covid-19,” kata Airlangga Hartarto dalam konferensi pers “2 Tahun Kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo- Wakil Presiden Ma’ruf Amin” di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (22/10/2021).

Lebih lanjut memasuki tahun 2021, kata Airlangga, penguatan pengendalian pandemi berhasil mendorong ekonomi Indonesia untuk tumbuh sebesar 7,07 persen (yoy) di Triwulan II-2021. Pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 16 tahun terakhir.

“Konsumsi pemerintah terus memegang peranan aktif dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi selama pandemi, termasuk di Triwulan II-2021. Upaya ini dapat mendorong peningkatan pada komponen konsumsi rumah tangga dan investasi,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu juga menambahkan, penguatan daya beli masyarakat selama pandemi dapat terwujud karena inflasi yang terjaga dengan stabil di level rendah yakni 1,68 persen (yoy) pada tahun 2020.

“Hingga September 2021, inflasi juga masih terjaga rendah dan stabil di level 1,60 persen (yoy). Jika menilik 5 tahun ke belakang, capaian inflasi Indonesia konsisten dalam tren menurun. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen pemerintah dalam membenahi fundamental ekonomi antara lain melalui perbaikan infrastruktur,” jelas Airlangga.

Sementara dalam hal investasi, Airlangga menyatakan, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) mengalami kenaikan.

“PMDN dan PMA semester I tahun 2021 masing-masing bisa naik 3,5 persen dan 16,8 persen. Ini tentu akibat transformasi perekonomian melalui Undang Undang Cipta Kerja,” tutur pria kelahiran 1 Oktober 1962 itu.

Dari sisi kemiskinan dan pengangguran yang sempat meningkat akibat Covid-19 juga telah berhasil diturunkan. Angka kemiskinan menurun dari 10,19 persen pada September 2020 menjadi 10,14 persen pada Maret 2021.

“Sedangkan angka pengangguran turun dari 9,77 juta orang atau 7,07 persen pada Agustus 2020 menjadi 8,75 juta orang atau 6,26 persen pada Februari 2021,” ucap Airlangga.

Sementara itu, peningkatan harga komoditas global dan pemulihan permintaan global turut mendorong komponen ekspor dan impor untuk tumbuh signifikan. Upaya pemerintah dalam meningkatkan aktivitas ekspor impor telah membantu industri berorientasi ekspor untuk memanfaatkan peluang peningkatan harga komoditas global selama pandemi.

“Hal ini membuat kinerja neraca perdagangan Indonesia berhasil mencatatkan surplus selama 17 bulan berturut-turut.Kinerja yang impresif dari neraca perdagangan ini menjadi penopang kinerja transaksi berjalan Indonesia. Defisit transaksi berjalan di tahun 2020 dan Semester I-2021 berhasil dijaga di level rendah, yakni dibawah 1 persen PDB,” jelas Airlangga.

Selain itu, neraca pembayaran Indonesia juga berhasil mempertahankan surplusnya di tahun 2020 meskipun dilanda pandemi Covid-19. Kondisi ini turut berkontribusi terhadap ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Dari sektor keuangan pun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengalami rebound ke level yang lebih tinggi dibandingkan level pra-pandemi. Di saat yang sama, nilai tukar mengalami tren apresiasi menuju level pra-pandemi.

“Upaya Pemerintah dalam menjaga optimisme investor juga berhasil membuat aliran modal kembali masuk ke Indonesia sehingga membantu memperkuat fundamental pasar modal Indonesia,” tutup Airlangga Hartarto. Alma

LEAVE A REPLY