DTPHP Ajak Petani Gunakan Pupuk Organik

0
164
SOSIALISASI: Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember dan Bank Indonesia Jember memberikan sosialisasi kepada petani. /foto radar

Jember, Nawacita – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember terus mendorong petani agar dapat lebih banyak menggunakan pupuk organik. Selain menjadi salah satu upaya mengantisipasi kelangkaan stok pupuk bersubsidi, langkah tersebut juga merupakan upaya untuk menjaga kesuburan tanah agar kualitas dan produksi pertanian terus meningkat.

Penyuluh Pertanian DTPHP Wilayah Jenggawah Achmad Sodiq mengatakan, pengembangan dan penggunaan pupuk organik dari segala jenis pupuk perlu ditekankan kepada para petani. Agar petani menjadi lebih mandiri dan tak melulu bergantung pada pupuk kimia bersubsidi. Apalagi mengingat harga pupuk yang semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Pihaknya terus mengupayakan cara agar petani lebih mandiri. Terutama pada saat terjadi kelangkaan pupuk seperti bulan lalu. “Bisa-bisa tanaman mereka rusak kalau tidak dipupuk atau kekurangan pupuk,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya mendorong para petani untuk menggunakan pupuk organik yang bisa dibuat sendiri bersama kelompok-kelompok tani. “Atau bahkan bisa di rumah masing-masing,” kata Achmad saat ditemui dalam kegiatan Capacity Building Integrated Ecofarming Berbasis MA-11 untuk petani cabai dan porang di Kecamatan Jenggawah, beberapa waktu lalu.

Penggunaan pupuk kimia yang berkelanjutan, lanjut dia, dapat menyebabkan erosi atau dampak buruk bagi kesuburan tanah. Sehingga mengakibatkan tanaman menjadi tidak sehat dan hasil produksi juga menurun. Oleh karena itu, pupuk organik dapat membantu mencegah terjadinya erosi pada lapisan tanah dan mengembalikan unsur hara tanah. “Kemudian, pemakaian pupuk organik juga penting untuk perawatan tanaman,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya konsisten melakukan penyuluhan secara langsung kepada para petani. Penyuluhan tersebut dilaksanakan di kelompok-kelompok tani yang tersebar, atau di forum-forum masyarakat perdesaan seperti pengajian dan kegiatan lainnya. Penyuluhan tersebut tidak hanya berisi materi pembuatan pupuk organik, namun juga dilengkapi praktik pembuatan hingga cara menggunakan pupuk organik.

“Kami beri contoh bagaimana cara membuatnya, kemudian kami lakukan percobaan pada dua tanaman. Jadi, ada tanaman yang menggunakan pupuk kimia, dan satunya menggunakan organik. Setelah beberapa hari, kami berkumpul lagi, membandingkan hasil dari pupuk kimia dan organik. kami lihat bersama-sama hasilnya seperti apa,” ungkapnya.

Sumber : Radar

 

LEAVE A REPLY