Tindak Lanjut Program Presiden, Sahat Simanjuntak Kawal Perhutanan Sosial di Ngawi

0
294
Sahat Simanjuntak (tengah) bersama Kepala Dinas Kehutanan Jatim Jumadi di Ngawi, (15/10/2021).

Surabaya | Nawacita – Singkronisasi pengembangan usaha bagi kelompok perhutanan sosial tahun 2021 kian digenjot di Jawa Timur. Salah satu kegiatannya adalah penyampaian SK Perhutanan Sosial kepada 22 kelompok perhutanan sosial yang sebelumnya secara resmi telah diserahkan oleh Presiden Joko Widodo

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak ikut memberikan dukungan dengan menghadiri kegiatan sinkronisasi fasilitasi pengembangan usaha bagi kelompok perhutanan sosial tahun 2021. Kegiatan ini digelar Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur (Dishut Jatim) dalam rangka Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-76, di Lapangan Kampung Kerbau, Dusun Bulak Pepe, Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, pada Kamis (14/10/2021).

Sahat Simanjuntak menyampaikan, poin utama perhutanan sosial adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan. “Kami menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang baik selama ini antara Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kehutanan Provinsi, Pemerintah Kabupaten Ngawi dan Perum Perhutani yang telah bersama-sama berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan, ” kata Sahat, Jumat (16/10/2021).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Jatim Jumadi, Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono ST, MH dan Pimpinan DPRD KabupatenNgawi Heru Kusnindar. serta aggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Prof. HM. Noer Sucipto.

Kepada kelompok yang sudah menerima Surat Keputusan (SK), Politisi Partai Golkar ini berharap segera melakukan kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha produktif yang ramah lingkungan. “Lahannya silahkan segera di garap jangan diterlantarkan, jangan dirusak dan jangan dipindahtangankan,” kata Sahat mengingatkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Jumadi, M.MT mengatakan, Program Perhutanan Sosial merupakan salah satu solusi dari Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, khususnya yang terjadi di perdesaan dan di lingkungan sekitar hutan. Maka SK yang diberikan harus dipergunakan dengan baik. Jika tidak maka SK tersebut akan dicabut. “Karena SK yang sudah diberikan akan dicabut jika tidak dimanfaatkan sesuai ketentuan yang terdapat pada SK” kata Jumadi.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan dilakukan penanaman pohon bersama oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Bupati Ngawi, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur (Dishut Jatim) dan Perum Perhutani Divre Jatim, dengan jenis tanaman Sawo Ijo/Kenitu (Chrysophyllum cainito), Beringin (Ficus benjamina), Duwet (Syzygium cumini) dan Kepel (Stelechocarpus burahol) pada bantaran sungai Kampung Kerbau. Serta mengunjungi penduduk desa Banyu Biru Dusun Kerbau yang mayoritas pendududknya memlihara Kerbau. bdo

LEAVE A REPLY