PT KAI Operasikan Kereta Api Barang Dari Stasiun Indro Kabupaten Gresik

0
525

Surabaya, Nawacita – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya terus meningkatkan angkutan barang di Jawa Timur dengan membuka rute perjalanan kereta api barang dari Stasiun Indro Kabupaten Gresik menuju Stasiun Pasoso Jakarta, Jumat 15 Oktober 2021.

Direktur Niaga PT KAI, Dadan Rudiansyah menyampaikan Angkutan Barang Petikemas Relasi Stasiun Indro ke Stasiun Pasoso Jakarta ini, diberi nama “INDOPRIUK CARGO” yang diambil dari Relasi dan jenis angkutannya. Kami informasikan bahwa angkutan barang ini sudah melalui ujicoba operasi mulai dari tanggal 11 Oktober 2021 dan akan menempuh perjalanan kurang lebih 797.9 Km dengan waktu tempuh sekitar 14 jam. Rangkaian KA Barang ini sebanyak 30 gerbong datar bermuatan multikomoditi dengan berat 1200 ton.

Dadan menambahkan, launching angkutan barang ini merupakan tindak lanjut perjanjian Kerjasama angkutan barang antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan PT Damar Alam Selaras (DAS). Pelaksanaan launching hari ini juga merupakan kebangkitan kembali angkutan barang yang pernah beroperasi dengan keberangkatan dari Stasiun Indro beberapa tahun yang lalu yang sempat berhenti. Target angkutan barang ini untuk tiga bulan pertama akan mengangkut 650 Teus dan kemudian selanjutnya akan mengangkut 750 teus. Menimbang bahwa Kota Gresik ini merupakan kota industri yang mempunyai potensi angkutan barang yang bagus, sehingga harapan angkutan kedepannya bisa minimum mencapai 1550 teus per bulan.

Selaras dengan Visi PT Kereta Api Indonesia (Persero), yaitu Menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia, maka KAI akan terus melakukan penggalian potensi angkutan penumpang dan angkutan barang dengan relasi yang baru. Hal ini juga merupakan bagian dari upaya PT KAI dalam hal membangun Sistem Logistik Nasional (SISLOGNAS), dengan kolaborasi yang baik antara Perusahaan BUMN dengan Perusahaan Swasta.

PT KAI akan mendukung kebutuhan masyarakat maupun industri pabrik untuk melakukan pengiriman barang menggunakan transportasi Kereta Api di wilayah Kabupaten Gresik. Banyak keuntungan yang didapatkan pelaku usaha bila mengirimkan barang dengan menggunakan moda angkutan berbasis rel, seperti Murah – Cepat – Aman – Tepat Waktu – Bebas Pungli – Kapasitas besar – Terpantau – Ramah Lingkungan – Flexible – Multikomoditi – Pembayaran Mudah – dan berasuransi. “KAI menghadirkan layanan angkutan barang dengan kereta api pada titik-titik strategis, seperti pelabuhan dan kawasan industri. Hadirnya jalur tersebut bertujuan agar para pelaku usaha lebih mudah mengakses layanan angkutan kereta api,” tambah Dadan

KAI terus melakukan banyak berbagai upaya untuk peningkatan pelayanan, mulai dari kualitas prasarana, sarana dan kecepatan KA, sehingga dapat memberikan distribusi logistik yang efektif dan efisien untuk mendukung pendistribusian barang melalui transportasi kereta api.

Sampai dengan Bulan Oktober 2021, PT KAI Daop 8 telah menggangkut 1.717.074 Ton barang dan melakukan pengiriman ke Jakarta, Bandung dan kota besar lainnya. Jenis angkutan barang yang saat ini dilayani PT KAI diantaranya angkutan BBM, Semen, Kontainer/Petikemas, Retail yang dilayani di Stasiun Kalimas, Benteng, Pasarturi, Malang, dan Surabaya Kota.

Semenjak tidak aktif sekitar tahun 2016, pada tahun 2021 ini sudah ada aktifitas perkeretaapian di Stasiun Indro Kabupaten Gresik. Pada 10 Februari lalu, ada kereta api penumpang yang berangkat dari Stasiun Indro, yaitu KA KRD dari Stasiun Indro menuju Stasiun Sidoarjo.

Hari ini, Jumat 15 Oktober 2021 kereta api yang berangkat dari Stasiun Indro bertambah kembali, yaitu KA barang menuju Stasiun Pasoso Jakarta. Dadan menghimbau agar masyarakat yang tinggal di area rel kereta api dan pada saat melintas perlintasan kereta api semakin berhati-hati lagi karena nantinya frekuensi operasional kereta api dari dan menuju Stasiun Indro semakin meningkat.

“Semoga dengan terlaksana dan beroperasinya angkutan barang INDOPRIUK CARGO dapat memberikan dampak positif bagi para stakeholders, masyakarat, Industri, Pemerintah setempat dan Penyedia Jasa Logistik lainnya,” tutup Dadan.

LEAVE A REPLY