Hati-Hati, 3 Provinsi Bakal Terjadi Peningkatan Angka Stunting

0
860
Muhajir Efendy Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Jakarta, Nawacita – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyampaikan ada 10 provinsi yang memiliki angka kasus stunting tinggi. Kesepuluh provinsi yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

Menurutnya, berdasarkan laporan kepala daerah yang diterima, tingginya angka stunting di daerah tersebut disebabkan oleh asupan gizi yang kurang pada anak, rendahnya akses air bersih dan sanitasi serta rendahnya pendidikan orangtua, yang menyebabkan tidak memahami dengan baik tentang pola asuh anak.

“Ini tentu saja akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Apalagi di beberapa tempat itu, jumlah tenaga kesehatan terutama dalam hal ahli gizi yang bertugas memberikan pemahaman yang cukup tentang dan melakukan pemantauan perkembangan balita juga relatif kurang,” kata Muhadjir dalam diskusi secara virtual yang disiarkan di Youtube Kemenko Official, di Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Lebih lanjut, ia juga mengatakan, terdapat tiga provinsi di Indonesia yang diprediksi akan mengalami kenaikan angka stunting. Tiga daerah yang diprediksi yakni Sulawesi Barat sebesar 0,07, Nusa Tenggara Barat sebesar 0,3 dan Bangka Belitung sebesar 1,01.

“Permasalahan stunting menjadi tantangan kita bersama, prediksi angka stunting tahun 2020 yang lalu berdasarkan data Litbang Kemenkes yaitu sebesar 26,92 persen,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan saat ini seluruh kabupaten atau kota yang ada di seluruh wilayah Indonesia sedang memprioritaskan program percepatan penurunan stunting.

“Sekali lagi, tidak ada satu kabupaten atau kota pun yang tidak memprioritaskan program stunting,” tegas Hasto.

Hasto mengatakan selain 10 daerah yang telah disebutkan oleh Menko PMK, ia juga menambahkan tiga daerah yang memiliki kasus angka tertinggi stunting di pulau Jawa, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Untuk dapat mengatasi permasalahan di daerah-daerah itu, pihaknya mulai melakukan beberapa upaya seperti merevitalisasi posyandu di desa dan melakukan kerja sama bersama perguruan tinggi yang ada di sejumlah daerah.

“Peran pemerintah daerah sangat besar dalam membantu melakukan aksi percepatan penurunan stunting karena tata pelaksanaannya yang telah disusun mulai dari tingkat pusat sampai ke desa,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY