Utang PT Waskita Karya bengkak Rp 93,47 Triliun

0
200

Jakarta, Nawacita – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ternyata memiliki hutang hingga Rp 93,47 triliun pada 2019. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR pada Senin, (27/9/2021).

“Itu utang Waskita naik tajam puncaknya pada 2019 sebesar Rp 70,9 triliun, itu belum utang ke vendor,” kata Kartika dalam rapat tersebut.

Dalam paparannya Kartika menjelaskan dari total utang Rp 90 triliun lebih itu, antara lain sebesar Rp 70 triliun merupakan utang obligasi dan bank, sementara Rp 20 triliun kepada vendor.

“Waskita Karya pada 2015, 2016, dan 2017 sangat agresif untuk ambil tol swasta yang sudah ada dari BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol), namun tidak berjalan optimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kartika menyebut utang tersebut semakin membesar akibat pandemi Covid-19 yang terjadi mulai 2019-2020, karena berdampak terhadap kinerja keuangan Waskita Karya termasuk pendapatan konstruksi dan tol.

“Pendapatan Waskita drop dari konstruksi dan jalan tol yang sudah operasi karena operasi lalu lintas. 2020 pendapatan tol dan konstruksi turun tajam membuat keuangan alami pemburukan signifikan. Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan merestrukturisasi, menyeluruh proyek strategis skala besar dan butuh dukungan,” ucap Kartika.

Tidak hanya itu, Kartika menambahkan, Waskita Karya juga tidak mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) pada 2017-2019, hal itu juga membuat keuangannya semakin memburuk.

“Waskita ini kebalik. Dikerjakan dulu banyak, baru minta PMN, kami dan manajemen Waskita Karya melakukan assetment menyeluruh. Kami tetapkan 8 stream untuk lakukan penyelamatan, PMN dan rights issue satu paket,” tuturnya.

Kartika juga menuturkan, penyelesaian tol yang dilakukan Waskita Karya tersebut membuat utang perseroan naik empat kali lipat. Oleh karena itu, perseroan pun bertahap mulai melepas lima ruas tol.

“Selesaikan tol Cibitung-Tanjung Priok dibeli Pelindo, diskusi dengan INA untuk beberapa ruas lain,” kata dia.

Untuk itu Kartika melanjutkan, kedepannya Waskita Karya akan kembali ke bisnis intinya yaitu konstruksi pada 2025 setelah melepas aset tol tersebut.

“Dengan demikian, Waskita Karya tidak lagi menjadi investor terutama tol. Waskita Karya akan kembali fokus ke bisnis konstruksi terutama ke air, jalan dan kereta api,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY