Mal dan Pusat Perbelanjaan di Surabaya Sudah Menerima Pengujung Di Bawah Usia 12 Tahun

0
252

Surabaya, Nawacita – Seiring pengumuman pemerintah pusat mengenai perpanjangan PPKM berjenjang, yang mal di sejumlah daerah dibolehkan untuk kembali menerima pengunjung berusia di bawah 12 tahun, seluruh mal di Surabaya mulai hari ini melakukan uji coba kembali menerima pengunjung anak-anak.

Seperti diketahui, sebagaimana pengumuman oleh Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves), hanya ada lima kota besar yang malnya boleh menerima pengunjung anak-anak. Lima kota itu adalah Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Sutandi Purnomosidi Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur menyambut gembira pengumuman itu. Menurutnya, pengumuman inilah yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang di Surabaya. Sebab, Sutandi mengaku sering dapat keluhan dari orang tua.

“Karena orang tua masuk tapi anak-anak enggak bisa ikut masuk. Itu jadi masalah. Kami tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menunggu sampai level ppkm memungkinkan. Kami berharap, dalam pelaksanaannya, euforianya jangan sampai berlebihan, supaya semua berjalan lancar,” ujarnya.

Sutandi berupaya meyakinkan, selain saat ini Surabaya sudah berada di level 1 asesmen situasi Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan, integasi dengan aplikasi Peduli Lindungi juga sudah mampu untuk memastikan bahwa orang yang masuk mal adalah orang yang sudah mendapatkan vaksin.

“Dengan aplikasi itu, yang terdeteksi hitam atau merah tidak boleh masuk. Sehingga dengan begitu orang tua bisa yakin, karena masuk mal (saat ini) sudah sangat aman. Apalagi semua yang terlibat aktivitas di dalam mal (karyawan mal maupun karyawan tenan) juga sudah divaksin,” ujarnya.

Pria yang juga salah satu Direktur di PT Pakuwon Jati Tbk itu mengatakan, mulai hari ini seluruh mal di Surabaya mulai menguji coba menerima kembali pengunjung anak-anak di bawah usia 12 tahun dengan penerapan protokol kesehatan yang tetap ketat.

“Jadi hari ini hampir seluruh mal di Surabaya mulai buka kembali: wellcome back for the kids. Sebenarnya, sebelum pengumuman ini pun anak-anak ke mal juga aman karena prokes dijalankan. Tentu didampingi orang tua masing-masing. Ini jadi tanggung jawab bersama. Sama halnya dengan bagaimana anak anak masuk di pasar rakyat. Kemarin di sekitar Juanda saya lihat banyak anak-anak di pasar, dan mereka tidak pakai masker,” ujarnya.

Dalam penerapannya, Sutandi mengatakan, tidak ada pemindaian dengan aplikasi Peduli Lindungi untuk anak-anak yang akan masuk ke mal. “Karena memang, kan, belum divaksin. Peduli Lindungi hanya untuk orang-orang yang sudah divaksin. Memang untuk anak-anak tidak ada pemindaian khusus.”

Sementara itu, kata Sutandi, sejumlah play ground yang menyediakan sejumlah permainan untuk anak-anak maupun remaja bahkan sudah buka sebelum adanya pengumuman anak-anak boleh masuk mal. Karena jenis permainan yang ada di dalam play ground ini tidak hanya untuk anak-anak tapi juga untuk remaja.

“Tetapi memang, karena pangsa pasarnya 80 persen anak-anak, bisnis mereka sangat terdampak. Jadi mereka tetap buka sebelum pengumuman ini dengan prokes ketat. Ada sekat satu mainan dengan mainan lain. Nanti akan ada protokol yang lebih detail untuk permainan bergantian. Lalu untuk playground ini sudah ada SOP sendiri. Sebelum buka mereka ada asesmen,” ujarnya.

Sutandi berharap, seluruh masyarakat Surabaya yakin bahwa penerapan prokes di mal, termasuk di sejumlah layanan permainan anak, sudah berlaku dengan sangat baik. Optimisme seperti itu menurutnya harus bergulir di masyarakat Kota Pahlawan supaya pemulihan ekonomi bisa berjalan baik dan ekonomi kembali normal.

sumber : Suara Surabaya 

LEAVE A REPLY