Janji Jokowi Kirim 350 Ton Jagung untuk Peternak di Blitar, Bagaimana Realisasinya?

0
213

Blitar, Nawacita – Presiden Jokowi memberikan solusi atas permasalahan harga jagung yang dihadapi peternak ayam layer. Sebanyak 1.000 ton jagung dengan harga subsidi akan dikirimkan untuk peternak, 350 ton di antaranya jatah peternak Blitar. Bagaimana realisasinya?

Dari 1.000 ton jagung subsidi dengan harga Rp 4.500/kg itu, jatah untuk peternak Blitar sebanyak 350 ton. Sedangkan sisanya akan didistribusikan kepada peternak Kendal, Jateng dan anggota paguyuban peternak nasional di wilayah Kediri, Malang dan sekitarnya.

Setelah kemarin Senin (20/9) telah didistribusikan sebanyak 80 ton, hari ini kabarnya datang lagi stok jagung subsidi sebanyak 100 ton. Namun yang tiba di Blitar baru 50 ton. Sedangkan sisanya, perjalanan menuju ke Blitar.

“Rencana hari ini jagung datang 100 ton dan sampai saat ini baru datang 50 ton. Sisanya kabarnya dalam perjalanan ke sini,” kata Kabid Budidaya Peternakan Disnakkan Pemkab Blitar, Indriawan Wicaksono saat dikonfirmasi, Selasa (21/9/2021).

50 Ton jagung subsidi tersebut, lanjut Indri, langsung didistribusikan kepada korlap koperasi peternak di masing-masing kecamatan. Yakni 20 ton untuk Kecamatan Kademangan, 10 ton untuk Kecamatan Talun, 10 ton untuk Kecamatan Ponggok dan 10 ton untuk Kecamatan Selopuro.

“Saya baru dapat laporan yang sudah diterima itu 30 ton. Masing-masing 10 ton untuk Suruhwadang Kademangan, Talun dan Ponggok. Daerah lain belum ada laporan masuk. Nanti saya kabari lagi perkembangannya,” ujar Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (Putera) Blitar, Sukarman.

Sebelumnya, kebutuhan jagung sebagai pakan ternak ayam layer di Blitar mencapai 800-1.000 ton/hari. Itu untuk pakan ayam layer dengan populasi sekitar 21 juta sebelum masa pandemi. Setelah pandemi, para peternak banyak yang mengurangi jumlah ayam di kandang untuk menyesuaikan kemampuan menutup biaya operasional.

Karena sejak pandemi, harga pakan sentrat melonjak sampai Rp 90.000/karung. Jika tahun 2020, sekarung sentrat masih di harga Rp 320.000. Namun sejak tahun 2021 naik menjadi Rp 410.000/sak. Sedangkan jagung yang menjadi bahan utama campuran sentrat, harganya pelan tapi pasti terus menanjak. Dari semula di kisaran Rp 4.500 per kg, saat ini mencapai Rp 6.500/kg.

Sementara harga telur anjlok tajam di kisaran antara Rp 13.500 sampai 14.000/kg. Akibatnya, para peternak Blitar merugi sekitar Rp 1 juta per hari untuk menutup biaya operasional kandang.

Sumber : Detik

 

LEAVE A REPLY