Di Depan Komisi XI, OJK Minta Refocusing Anggaran Rp 177,21 Miliar

0
120
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida. Foto : Alma/nawacita

Jakarta, Nawacita – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajukan refocusing anggaran sebesar Rp 177,21 miliar untuk periode triwulan II hingga triwulan IV 2021. Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan anggaran tersebut akan dimanfaatkan pada kegiatan-kegiatan produktif lainnya.

“OJK mengusulkan untuk melakukan refocusing anggaran dengan pertimbangan bahwa meskipun masyarakat yang terpapar Covid-19 cenderung menurun, namun diperkirakan pelaksanaan kegiatan secara fisik tetap diterapkan dengan prinsip kehati-hatian sampai dengan akhir 2021,” kata Nurhaida, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (15/9/2021).

Lebih lanjut, Nurhaida menjelaskan langkah ini untuk mendukung kinerja otoritas dalam melaksanakan tugas mengawasi dan melindungi sektor jasa keuangan.

“Oleh karena itu perlu dilakukan refocusing anggaran pada kuartal I sampai dengan IV 2021, terutama untuk anggaran 10 jenis kegiatan tertentu produktif,” jelasnya.

Untuk anggaran refocusing sebesar Rp177,21 miliar itu, kata Nurhaida, akan disebar ke dalam tiga fokus utama.

Pertama adalah fokus kegiatan sesuai laporan singkat DPR pada 6 April 2021 yang meliputi peningkatan kemampuan pegawai Rp6,15 miliar, literasi dan inklusi keuangan Rp8,5 miliar, peningkatan sarana TI Rp15,07 miliar, dan alokasi penasehat hukum eksternal Rp460 juta.

Kedua, penguatan fungsi pengawasan yang terdiri dari penguatan kelembagaan Rp15,45 miliar, operasional kantor Rp20,49 miliar, pengadaan gedung dan kantor Rp80,01 miliar, serta dampak perpajakan Rp19,32 miliar.

“Ketiga adalah kegiatan tambahan OJK berupa vaksinasi sektor jasa keuangan yang disebutkan sebesar Rp11,75 miliar,” imbuhnya.

Sebagai informasi, untuk periode tahun ini OjK mendapat suntikan dana dari negara sebesar Rp6,21 triliun untuk keseluruhan agenda kegiatan dan operasional.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY