HIPMI BPD Jatim Peduli Salurkan Bantuan Beras 25 Ton untuk Masyarakat

0
202

SURABAYA, Nawacita – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur salurkan bantuan 25 ton beras untuk masyarakat terdampak pandemi covid-19.

Ketua Umum BPD HIPMI Jatim, Rois Sunandar Maming didampingi Pengurus BPP HIPMI, Riko Abdiono menyerahkan secara langsung bantuan tersebut kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di lapangan Grahadi Surabaya, Minggu, 12/09/2021.

Rois menyampaikan kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan HIPMI pusat untuk diteruskan kepada pengurus di daerah guna membantu masyarakat Jawa Timur yang terdampak pandemi.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa menyalurkan bantuan beras sebanyak 25 ton untuk saudara-saudara kita di Jawa Timur,” ujar Rois saat penyerahan bantuan di lapangan Grahadi Surabaya.

Selain bantuan beras, HIPMI Jatim juga menggelar acara vaksinasi di beberapa kabupaten di Jatim untuk menciptakan herd immunity guna memutus rantai covid-19 yang sampai saat ini masih dilakukan.

“Kemarin kita mengadakan vaksin di Gresik sebanyak 15.000 dosis, Bangkalan 1.000 dosis, Probolinggo 500 dosis, Banyuwangi 500 dosis dan dalam waktu dekat di bandara Juanda sekitar 5.000 dosis,” kata Rois.

Untuk itu pihaknya siap bersinergi dengan ibu Gubernur Khofifah untuk membantu pelaksanaan program-program yang dilakukan Pemprov Jatim.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa terima kasih kepada BPD HIPMI Jatim atas bantuan sosial yang dibangun oleh HIPMI Jatim untuk meringankan beban masyarakat Jawa Timur dalam menghadapi pandemi covid-19.

“Mas Rois, dimana saya pergi ke berbagai daerah di Jawa Timur, biasa di belakang saya kalau tidak truk ya pick up yang mengangkut sembako, kata Rosulullah beri sedekah yang lebih memberikan makna adalah yang terkait dengan bahan pangan pokok, dan bahan pangan pokok masyarakat Indonesia sebagian besar dan Jawa Timur adalah beras,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Gubernur wanita pertama di Jatim itu juga mengatakan bahwa hal seperti ini sangat membantu masyarakat yang berseiring dalam program pengentasan kemiskinan,”Insya Allah akan berseiring dengan penguatan bantalan sosial,” jelasnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa semester pertama tahun 2021 angka kemiskinan di Jatim mengalami penurunan terutama di pedesaan sebanyak 33.246 kasus namun di perkotaan naik 20.000 kasus,

“Jadi di perkotaan naik 20.000 di pedesaan turun 33.246, tetapi kedalaman dan keparahan itu menipis, artinya kalau mereka diberi bantalan-bantalan sosial seperti ini kemungkinan yang dalam dan yang parah makin mendekati garis kemiskinan,” jelasnya.

Untuk itu, jika kasus-kasus kemiskinan seperti ini masyarakat bisa saling membantu, maka pihaknya yakin bahwa angka kemiskinan akan bisa terus turun bahkan bisa hilang.

“Kalau makin mendekati, dikasih intervensi sedikit lagi, dia akan masuk pada kategori tidak miskin,” pungkas Gubernur Khofifah.

sumber : Berita Metro

LEAVE A REPLY