Ketua DPRD Surabaya Minta Protokol Kesehatan Masuk Pengajaran Sekolah

0
106

Surabaya,nawacita  – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali menggelar donor darah dan donor plasma konvalesen di kompleks Wisma SIER, Kota Surabaya, Selasa (31/8/2021). Sebelumnya, SIER juga pernah menggelar kegiatan serupa pada awal Februari 2021 lalu.

Beberapa tokoh yang ikut screening donor plasma konvalesen itu adalah Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Direktur Pemasaran Pengembangan PT SIER Silvester Budi Agung dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya Ali Affandi.

“Saya mengucapkan terima kasih PT SIER dan PMI Kota Surabaya, dan seluruh pihak yang mendukung acara ini, karena telah memfasilitasi kegiatan donor plasma konvalesen ini. Saya berharap semakin banyak penyintas menjadi pendonor. Ini membagikan spirit kehidupan kepada mereka yang terpapar Covid-19,” ujar Adi, ditemui usai melakukan pengambilan darah.

Ketua DPRD Kota Surabaya ini berharap, tidak hanya PT SIER, tapi juga instansi atau lembaga lain mengadakan screening donor plasma konvalesen dan donor darah serupa. Agar kebutuhan plasma konvalesen dan persediaan darah di PMI terjaga karena memang kebutuhannya sangat tinggi.

Lebih jauh, Adi juga menyinggung soal persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Pahlawan yang segera dilakukan di sekolah. Dia berharap selama pelaksanaan PTM nanti semua pihak patuh terhadap protokol kesehatan (prokes). Sebab cara ampuh untuk memutus dan mencegah laju pandemi adalah dengan taat prokes.

“Jaga disiplin prokes agar PTM tidak membuat kluster baru. Di sekolah harus dibuat satgas Covid-19 agar bisa mendisiplinkan anak-anak untuk taat prokes. Selain itu, UKS (usaha kesehatan sekolah) juga dihidupkan kembali. Mungkin selama pandemi ini UKS tidak aktif karena tidak ada PTM,” ungkapnya.

Yang lebih penting lagi, lanjutnya, sekolah-sekolah yang akan menggelar PTM harus dilakukan assesment. Apakah sekolah tersebut sudah siap untuk menggelar PTM dengan sarana dan prasana prokes yang lengkap.

“Orang tua murid juga harus diberi kebebasan, apakah memberikan izin kepada anaknya untuk mengikuti PTM, atau tidak. Jika orang tuanya melarang juga harus tidak boleh dipaksa,” kata Adi.

Ia sependapat sekolah harus menyediakan fasilitas belajar mengajar secara daring. Sekolah harus menyiapkan blended learning. Metode blended learning merupakan kombinasi pengajaran langsung dan pengajaran online. Adi juga meminta Dinas Pendidikan Kota Surabaya, serta sekolah-sekolah agar memberikan bekal pengayaan tentang pandemi Covid-19, dan tentang protokol kesehatan.

“Berikan pengetahuan pada anak-anak, apakah itu pandemi Covid-19? Bagaimana berbahayanya virus Corona, mengapa harus memakai masker, berada di rumah, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, juga bagaimana mencuci tangan dengan baik dan benar. Itu harus diajarkan pada anak-anak, boleh diajarkan dengan masuk kurikulum atau ekstra kurikuler,” kata Adi.

Sehingga, lanjutnya, anak-anak pelajar itu tumbuh sebagai generasi yang sadar akan penting yang kesehatan. “Mereka tumbuh sebagai generasi yang menyadari bahayanya Covid-19,” kata Adi.

Sementara itu, Ketua Harian PMI Kota Surabaya Ir Tri Siswanto MM yang turut hadir beserta pengurus PMI Kota Surabaya menyaksikan proses screaning donor plasma konvalesen mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Surabaya, PT SIER dan Ketua Kadin Surabaya, yang telah mendukung terselenggaranya donor darah dan donor plasma konvalesen tersebut.

“Kegiatan ini merupakan sebuah gotong royong bersatu padu menyelesaikan pandemi Covid-19. Saya yakin kegiatan ini akan ada multiplier effect, akan semakin banyak perusahaan yang menggelar donor plasma konvalesen. Apalagi ini souvenir kaos bagi para pendonor dengan tulisan ‘maskermu ojok mbok plorotno’, bagus ini PT SIER sosialisasi disiplin prokes dengan menggunakan bahasa kearifan lokal.,” ujar mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Tri Siswantoro mengakui, saat Covid-19 sedang tinggi-tingginya bulan lalu antrian untuk mendapatkan plasma konvalesen mencapai 500 lebih, sedangkan di PMI Surabaya ketersediaannya kosong. “Kenapa demikian? Karena banyak yang terpapar sedangkan yang donor juga takut karena suasana sangat mencekam. Itu manusiawi. Semoga setelah ini semakin banyak yang donor,” harapnya.

Direktur Operasi PT SIER, Didik Prasetiyono mengatakan, kegiatan donor darah dan donor plasma konvalesen di SIER ini merupakan kegiatan rutin perusahaan dan kali ini dalam rangka peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kami berharap ada sekitar 200 bag darah terkumpul hari ini, baik darah biasa maupun plasma. Seperti yang diketahui terapi plasma konvalesen merupakan strategi imunisasi pasif yang telah digunakan dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit menular sejak awal abad 20. Dan cara ini dipercaya bisa membantu penyemnbuhan pasien Covid-19,” ungkapnya.

Dengan semakin turunnya tren positif Covid-19, lanjutnya, roda perekonomian akan kembali berlari kencang. Begitu pula dengan kegiatan masyarakat lainnya akan bisa mulai berjalan. Seperti PTM yang bakal segera dimulai di Surabaya dan daerah-daerah lainnya.

Selama ini, kata Didik, gotong royong bersama perusahaan di kawasan industri SIER berusaha membantu pemerintah untuk ikut menekan laju pandemi Covid-19. Selain menggelar donor plasma konvalesen, juga mengadakan vaksinasi gotong royong, serbuan vaksinasi gratis dan ikut mendirikan rumah oksigen sebagai mitigasi bila varian atau serangan baru kembali muncul.

“Terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu acara donor darah dan donor plasma ini, khususnya HKI, Kadin Surabaya, Forkom SIER, Unilever, Albea, Campina, Sukanda Djaya dan Tempo Scan. Kami juga bersyukur, total karyawan di SIER yang sudah vaksin mencapai hampir 99 persen, di tingkat keluarga karyawan sudah 77 persen kami akan genjot terus upaya vaksinasi agar semua siap menggerakkan kembali roda perekonomian yang tertekan pandemi ini,” pungkasnya.

dny

LEAVE A REPLY