Solidaritas Penangan Covid-19, Muhadjir Effendy Bentuk Sekretariat Bersama

0
160
Menko PMK Muhajir Effendy

Jakarta, Nawacita – Dalam rangka membangun solidaritas nasional penanggulangan Covid-19, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan akan melakukan pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) pada tingkat Kemenko PMK.

Hal itu diungkapkannya usai memimpin rapat koordinasi nasional (Rakornas) Penguatan Solidaritas Penanganan Covid-19, Kamis (19/8/2021). Yang diikuti oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, kepala daerah, dinas sosial dan dinas kesehatan.

“Hasil keputusan tadi akan ditindaklanjuti dibentuk Sekber di tingkat Kemenko PMK untuk menggelorakan, menggalakan, melakukan aksi bersama dalam rangka membangun solidaritas nasional penanggulangan Covid-19,” kata Muhadjir, saat konferensi pers secara virtual.

Selain itu, ia mengungkapkan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam penanganan Covid-19. Sebab, sistem penanganan pandemi di Indonesia sejak awal sudah menggunakan metode atau konsep pentahelix.

“Semua harus berjalan seiring. Itu tidak mungkin dilakukan sendiri oleh pemerintah tanpa dukungan elemen-elemen lain komponen masyarakat. Kita sejak awal sudah menerapkan pendekatan pentahelix di mana pemerintah hanya merupakan salah satu komponen,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan terdapat komponen penting lainnya untuk menangani Covid-19 yakni unsur swasta atau dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil atau civil society, dan media massa.

“Dari elemen pentahelix yaitu kelompok media yang bertanggung jawab untuk mengedukasi, mensosialisasi, dan sekaligus melakukan filtering penyaringan terhadap berita-berita yang akan tidak kondusif bagi upaya kita untuk menyelesaikan wabah Covid-19 ini,” paparnya.

Lebih lanjut, kata Muhadjir, dilakukannya rakor tersebut bertujuan untuk menguatkan kembali apa yang sudah dilakukan selama ini. agar kegiatan-kegiatan yang melibatkan elemen masyarakat dan komponen kekuatan di masyarakat bisa dimobilisasikan lebih intens untuk mempercepat penanganan wabah Covid-19.

“Mulai dari menegakkan 3M dan lebih khusus lagi 1M seperti arahan presiden yaitu memakai masker dengan baik, benar dan aman. Kemudian 3T yaitu tracing, testing dan treatment,” jelas Muhadjir.

“Kemudian vaksinasi, ketersediaan obat, ketersediaan oksigen, ketersediaan rumah sakit, fasilitas pelayanan rumah sakit dan semuanya harus berjalan secara baik,” sambungnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY