Pansaka Charity dan Gerak BS Bantu 10 Ribu Paket Sembako ke Pemprov Jatim

0
241

Surabaya, Nawacita – PT Pansaka yang berada dibawah naungan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) bersama Gerak BS (Bambang Soesatyo) Foundation menyerahkan bantuan 10 ribu paket sembako kepada Pemprov Jatim untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan akibat terdampak pandemi Covid-19.

Penyerahan bantuan itu disampaikan Wahyu Kenzo selaku perwakilan Pasaka Charity kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di gedung negara Grahadi Surabaya, Rabu (18/8/2021) petang.

“Total bantuan yang kami berikan sebanyak 10 ribu paket sembako. Namun yang tiba di Grahadi baru 3 ribu paket, sedangkan sisanya akan langsung menuju kantor BPBD Jatim. Semoga sedikit bantuan ini akan membantu meringankan beban masyarakat Jatim,” kata Wahyu di hadapan orang nomor satu di Pemprov Jatim didampingi beberapa kepala OPD terkait.

Pansaka Charity ini, lanjut Wahyu merupakan bentuk komitmen kami sebagai pengusaha untuk ikut berkontribusi kepada bangsa Indonesia dengan bersama-sama meringankan beban masyarakat.

“Charity ini kami laksanakan di 8 kota besar di Indonesia dengan sumbangan secara keseluruhan lebih dari Rp55 ribu paket sembako. Kami berharap semoga pandemi covid 19 segera berakhir dan Indonesia bisa pulih kembali, Bismillah Indonesia sehat, Amin,” harap Wahyu Kenzo.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo selaku founder Gerak BS Foundation juga sempat memberikan pernyataan sambutan via online disaksikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Jatim usai menerima bantuan secara simbolis mengucapkan terima kasih sebab bantuan ini diharapkan bisa meringankan sekaligus bisa menjadi bantalan agar masyarakat terdampak Pandemi tidak semakin parah tingkat kedalaman kemiskinannya.

“Bantuan untuk masyarakat kurang mampu berupa bahan makanan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, gula dan ada sarden ini, InsyaAllah kita akan meneruskan bantuan ini kepada mereka yang membutuhkan,” tegas Khofifah.

Lebih jauh Khofifah menjelaskan bahwa menurut data BPS per 21 Juli 2021 tingkat kemiskinan di Jatim paling tipis dibanding provinsi lain di Pulau Jawa. Bahkan turun 0,6% setara 13.246 orang.

“Di perkotaan memang terjadi kenaikan kemiskinan sebanyak 20 ribuan orang. Sedangkan di pedesaan justru terjadi penurunan sebanyak 33.246 ribuan orang sehingga kumulatifnya terjadi penurunan 0,6% setara 13.246 orang,” pungkasnya. (pun)

LEAVE A REPLY