PEngamat Sebut Syarat Masuk Test PCR Bikin Mall Mati Total

0
124
Keadaan salah satu mall di Jakarta saat pandemi COVID-19.

Jakarta, Nawacita – Pemerintah mengeluarkan izin bagi mal dan pusat perbelanjaan untuk beroperasi di tengah kebijakan PPKM level 4. Namun, Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi menyampaikan, selain surat vaksin, masyarakat wajib menyertakan tes negatif PCR dan swab antigen sebagai syarat untuk masuk ke mal dan pusat perbelanjaan.

Menanggapi hal itu, Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman menilai kebijakan tersebut tidak efektif bila benar diterapkan.

“Kapasitas testing kita kan pasif, ini akan membebani publik karena testingnya bukan yang masif dan gratis. Kemudian juga kalau bicara dari sisi strategi, itu enggak efisien dan efektif,” kata Dicky, saat dihubungi, Rabu (11/8/2021).

Menurutnya, pemerintah saat ini harus meningkatkan testing, tracing, dan treatment (3T) secara masif. Agar masyarakat dapat terdeteksi dengan cepat sehingga penyebaran Covid-19 dapat diatasi.

“Misal, kontak pertama, kontak kedua, dan seterusnya. Ini yg harus dikejar. Sisanya pada penyelesaian klaster. Itu testing yang benar. Jadi bukan asal semua ditesting, nggak. Sudah terbatas, mahal, dan memberatkan. Jadi kurang tepat,” tambahnya

Dicky juga meminta pemerintah agar tidak membuat aturan yang memberatkan diri sendiri, masyarakat, dan sektor-sektor vital seperti ekonomi.

Hal serupa juga diungkapkan, epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono terkait aturan yang disampaikan oleh Mendag Lutfi sebenarnya tidak perlu. Sebab, menurut Pandu kebijakan tersebut tidak masuk di akal.

“Enggak perlu itu. Usulan yang aneh dan bodoh,” tegas Pandu.

Ia menilai, aturan tersebut justru akan merugikan pengusaha dan pedagang di mal. Bukan tidak mungkin operasional pusat perbelanjaan akan berhenti total.

“Namanya jualan, ya jual untung. Kalau enggak laku, mal mati,” ucapnya.

Sebelumnya, Mendag Lutfi melakukan kunjungan ke salah satu mal di Jakarta, yakni Kota Kasablanka pada Selasa (11/8/2021). Dalam kunjungannya, Lutfi mengatakan tes negatif PCR dan atau swab antigen menjadi syarat masuk mal agar bisa meyakinkan pengelola mal bahwa yang berkunjung adalah orang yang sehat.

Selain itu, Lutfi juga menyebut bila tidak melakukan tes Antigen, sebaiknya masyarakat tidak berkunjung ke mal. Dia pun menyarankan masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat jika keberatan dengan aturan dan persyaratan tes Antigen atau PCR.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY