Dampak PPKM, Ribuan Retail Tutup dan Rugi Triliunan

0
119

SIDOARJO, Nawacita – Sejak diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sidoarjo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mendapat laporan dari Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Sidoarjo. Laporan itu terkait banyaknya retail yang menutup usaha dan merumahkan karyawannya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidoarjo Lisytaningsih menjelaskan, diterapkannya PPKM berdampak pada pusat perbelanjaan karena ditutup sementara. Kecuali restoran, supermarket dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari. Itupun dibatasi beroperasi hingga pukul 20.00. Hal itu berdampak pada peluang omzet penjualan hilang hingga triliunan rupiah.

“Sebanyak 2.040 toko retail tutup. Omzet penjualan di pusat perbelanjaan hilang Rp 3,4 triliun. Imbasnya menambah jumlah pegawai yang diputus hubungan kerja (PHK),” katanya, Kamis (5/8).

Sementara itu, selama PPKM harga bahan pokok di pasar termasuk stabil. Stok barang kebutuhan pokok tidak perlu dikhawatirkan. Stoknya masih aman di Sidoarjo. Seperti harga telur Rp 23 ribu per kg, daging sapi Rp 101.400 per kg, dan gula Rp 12.100 per kg.

“Kebutuhan bahan pokok mulai dari harga hingga ketersediannya di Sidoarjo masih stabil dan aman,” ungkapnya.

Lis menambahkan, dampak PPKM bagi omzet pedagang bahan pokok alami penurunan 20-30 persen. Karena ada pembatasan operasional.

Menyikapi hal ini, pihak Disperindag Sidoarjo terus mendorong para pelaku usaha (retail) agar lebih intens berjualan secara daring (online). Serta bisa memanfaatkan kredit pinjaman di BPR Delta Artha. Dimana untuk bunga pinjaman disubsidi oleh Pemkab Sidoarjo.

“Harapan kita semua agar pandemi Covid-19 ini cepat berakhir, masyarakat tetap disiplin patuhi protokol kesehatan agar perekonomian bisa segera pulih kembali,” pesannya.

LEAVE A REPLY