Risma Ungkap Kota Tangerang Paling Berat Kasus Bansosnya

0
135
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat sidak penerima bansos di Kota Tangerang, Rabu (29/7/2021). Foto : Alma/nawacita

Jakarta, Nawacita – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini hari ini, Rabu (28/7) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua wilayah di Kota Tangerang, Banten, terkait penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Dari hasil sidak itu, Risma mengaku Kota Tangerang memiliki kasus terberat dalam melakukan penyaluran bantuan tersebut. Sebab, ia menemukan kartu penerima manfaat dipegang oleh petugas pendamping penerima bansos.

“Ini paling berat (Kota Tangerang). Temuan yang pertama, kartu penerima manfaat harusnya dipegang oleh penerima manfaat tapi itu dipegang orang lain (pendamping) kan bahaya. Pin nya juga ada disitu, tidak boleh (seperti itu),” kata Risma, saat diwawancarai di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga : Lagi, Mensos Risma Geram ada Potongan Bansos di Kota Tangerang

“Kecuali memang pemilik kartu itu memberikan mandat ke orang itu. Ini penemuan di Kota Tangerang, yang menurut saya paling berat,” tambahnya.

Tak hanya itu, Risma juga menemukan adanya pemotongan uang dengan nominal Rp 50.000 oleh pendamping ketika bantuan itu telah cair.

“Kasihan orang-orang itu. Mereka sudah tidak mampu, harus membayar, terus mereka dapet apa?,” ujar mantan Wali Kota Surabaya itu.

Lebih lanjut, Risma mengungkapkan terkait temuan tersebut saat ini telah ditindaklanjuti pihak Pemerintah Kota Tangerang untuk segera diproses. Barang bukti terkait kejadian tersebut sedang dicari.

“Kalau yang pendamping kita proses kode etiknya. Terkait proses hukumnya, bukan kami yg menangani, tapi diproses di Polres setempat,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY