Meski Ekonomi Turun, Kredit Bank Jatim Tumbuh Rp 42,6 Triliun

0
165
Dirut PT Bank Jatim Busrul Iman dan Direktur Keuangan Ferdian Timur Satyagraha saat analyst meeting, Rabu (29/7/2021).

SURABAYA | Nawacita – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau bankjatim mengakui Tahun 2021 masih menjadi tantanganbagi industri perbankan, pandemi Covid-19 gelombang kedua yang melanda membuat sektor bisnis kembali mengalami penurunan dan berdampak secara tidak langsung terhadap kinerja industri perbankan. Namun di tengah-tengah pandemi tersebut, bankjatim masih mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Year on Year/ YoY).

Kinerja keuangan bankjatim semesterI Tahun Buku2021 menunjukkan performa yang bagusdan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year/ YoY). Berdasarkan kinerja Juni 2021, aset bankjatim tercatat Rp. 95,48 triliun atau tumbuh 26,90%, laba sebelum pajak bankjatim tembus Rp.1,04 Triliun atautumbuh 5,56% (YoY) sedangkan laba bersih bankjatim tercatat Rp. 803 Miliar atau tumbuh 4,32%.Selama semester I2021,Dana Pihak Ketiga(DPK)bankjatimmencatatkan pertumbuhan 27,36% (YoY) yaitu sebesarRp.81,52 triliun.

Meskipun masih di tengah-tengah pandemi, bankjatim tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif yaitu tumbuh 8,72% (YoY) atau sebesar 
Rp. 42,60 triliun.Pertumbuhan kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang tertinggi yaitu tumbuh 14,62% (YoY) atau tercatat Rp. 7,25 Triliun.Diikuti oleh pertumbuhan kredit komersial yang tumbuh 13,39% atau tercatat Rp. 10,63 Triliun dan kredit di sektor konsumsi yang tumbuh 5,26% atau tercatat Rp.24,72 Triliun.

Komposisi rasio keuanganbankjatimperiode Juni 2021 antara lain Return on Equity (ROE)sebesar 18,54%, Net Interest Margin (NIM)sebesar 5,06%, danReturn OnAsset (ROA)2,31%. Selama pandemi, bankjatim juga aktif berpartisipasi dalam mendukung program yang dicanangkan oleh Pemerintahmelalui restrukturisasi kredit. Sampai dengan Juni 2021, bankjatim telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp. 2,56 Triliun atau 6,02% dari total penyaluran kredit bankjatim.

Selama pandemi Covid-19, pengguna layanan digital bankjatim mengalami peningkatan yang cukup signifikan.  Dari awal tahun hingga Juni 2021 (Year to date/Ytd), pengguna mobile banking mengalami pertumbuhan sebesar 18% (Ytd). Sedangkan penggunasms bankingdan internet bankingjuga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 14,3% dan 13,2% (Ytd). Tingginya angka pertumbuhan pengguna e-channelbankjatim menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital bankjatim semakin meningkat. Melalui produk-produk layanan digital, bankjatim memberikan solusi kepada nasabah dan masyarakat yang sedang berada di rumah dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran virus Covid-19. Dengan memanfaatkan layanan e-channelbankjatimseperti fasilitas mobile banking, sms bankingdan internet banking, nasabah dapat melakukan transaksi perbankan atau pembayaran dengan cepat, mudah, dan aman.

Bankjatim juga turut berkontribusi dalam upaya meminimalisir penyebaran virus 
Covid-19 dengan mendukung dan mengikuti program vaksinasi yang diadakan oleh pemerintah. Bankjatim sendiri telah melakukan vaksinasi terhadap para karyawan serta keluarga yang nantinya diharapkan dapat membentuk herd immunitysehingga dapat lebih maksimal dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat dan nasabah. Selain itu, beberapa waktu lalu bankjatim bersama Sektor Jasa Keuangan Jawa Timur sukses menggelar program vaksinasi yang mencakup kurang lebih 30.000 peserta vaksin. Bankjatim berharap kegiatan vaksinasi tersebut dapat membantu meminimalisir penyebaran virus Covid-19 serta dapat memulihkan perekonomian ekonomi khususnya di Jawa Timur. Bdo

LEAVE A REPLY