31 Daerah di Jatim Masuk PPKM Level 4, Ini aturannya

0
213
Tim Forum Koordinasi (FK) Tagana Provinsi Jatim saat melakukan penyemprotan disinfektan  pada fasilitas umum (Fasum), Kamis (10/6/2021).

Jakarta, Nawacita – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali kembali diperpanjang hingga 2 Agustus 2021. Ada 31 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur yang tercatat masuk kriteria Level 4 dan 7 daerah lainnya masuk di Level 3.

Aturan tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Yang diteken oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Jakarta pada 25 Juli 2021.

Bagi wilayah kabupaten/kota di Jawa Timur yang masuk kriteria level 4 yaitu Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Kabupaten Lamongan, Kabupaten  Gresik, Kato Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar Kota Batu, Kabupaten Tuban, Kabupayen Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Magetan.

Lalu, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jombang, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Blitar, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bangkalan, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan dan Kabupaten Situbondo.

Berikut perubahan-perubahan peraturan yang tertuang dalam Inmendagri Nomor 24 Tahun 2021 bagi kab/kota kriteria level 4:

  1. Supermarket, pasar rakyat, toko klontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen.
  2. Bagi pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasi sampai 15.00 waktu setempat.
  3. Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan ditempat 3 orang dan waktu makan maksimal 20 menit. Pengaturan teknis berikutnya diatur oleh Pemerintah Daerah.
  4. bagi pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat dengan protokol Kesehatan ketat, dan pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan kepada pemerintah daerah untuk mengatur secara terperinci agar pelonggaran yang diberikan tidak menimbulkan klaster baru Covid-19.

“Kami minta pemda supaya mengatur betul karena jangan sampai terjadi kerumunan dan bisa menjadi klaster baru,” tegasnya dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Minggu (26/7/2021) malam.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY