Menko Mahfud MD Sikapi Ajakan Demo ‘Jokowi End Game‘

0
178
Menko Polhukam Mahfudz MD

Jakarta, Nawacita – Di tengah pandemi Covid-19 serta kebijakan PPKM darurat muncul gambar-gambar aksi massa untuk turunkan Presiden. Gambar dengan judul ‘Seruan Aksi Nasional – Jokowi End Game’ yang beredar luas di medsos itupun langsung diantisipasi aparat serta pemerintah.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap adanya ‘kelompok tidak murni’ yang selalu memprovokasi dan menyerang pemerintah.

“Ada kelompok murni dan ada kelompok tidak murni yang masalahnya itu hanya ingin menentang saja, memanfaatkan situasi,” kata Mahfud Md dalam konferensi pers terkait situasi politik dan keamanan, disiarkan kanal YouTube Kemenko Polhukam RI, Sabtu (24/7/2021).

Gambar seruan untuk aksi massa tersebut memang tidak jelas dari siapa yang membuat. Isi dari gambar itu Hanya ada tulisan tanggal aksi digelar 24 Juli 2021 Longmarch dari Glodok ke Istana Negara Jakarta. Menariknya lagi, di gambar tersebut ada logo ecommerce dan aplikasi ojek online.

“Apapun yang diputuskan pemerintah itu diserang. Ada yang seperti itu. Kita harus hati-hati karena kelompok yang seperti ini kelompok yang tidak murni, selalu provokasi dan menyatakan kebijakan pemerintah selalu salah,” lanjutnya.

Mahfud menegaskan pemerintah terbuka dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Segala bentuk kebijakan yang dikeluarkan pemerintah merupakan hasil dari aspirasi yang salurkan masyarakat.

“Contoh muncul usulan mau bayar sendiri untuk vaksin, diolah usulan itu oleh pemerintah. Kemudian timbul penolakan dari masyarakat katanya melanggar prinsip keadilan. Pemerintah langsung putuskan tidak ada vaksin berbayar itu aspirasi,” papar Mahfud.

Oleh karena itu, Mahfud meminta agar penyaluran aspirasi di kala pandemi Covid-19 sebaiknya disampaikan lewat jalur yang sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19.

“Seperti misalnya melalui virtual meeting, webinar, dialog-dialog di televisi, happening art yang menjaga protokol kesehatan, melalui media sosial, dan sebagainya,” jelasnya.

Namun, Mahfud menegaskan jika ada kelompok-kelompok tak murni terus memprovokasi masyarakat untuk menyerukan aksi ditengah pandemi Covid-19, akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Sebab, kata Mahfud, keselamatan masyarakat merupakan hukum tertinggi.

“Menegaskan bahwa aksi demonstrasi secara fisik yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan, membahayakan keselamatan masyarakay, serta melanggar hukum, pemerintah akan melakukan tindakan tegas demi prinsip kita ingin menyelamtkan masyarakat banyak oleh sebab itu mohon dukungannya,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY