Tangani Pandemi Covid19, Dapur Umum Kemensos di Kalibata Salurkan 20 Ribu Boks Makan per Hari

0
128

Jakarta, Nawacita – Wujud kepedulian terhadap situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang saat ini kian melonjak Kementerian Sosial (Kemensos) merubah Gedung Konvensi TMPN Utama Kalibata menjadi dapur umum darurat untuk menyiapkan makanan cepat saji.

Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan jika dapur umum ini dibuat untuk menyalurkan makanan bernutrisi bagi masyarakat agar memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

“Waktu itu kan awalnya dari situ (dapur umum di Kantor Kemensos) dan dimulainya dari merebus telur karena telur ini kan makanan yang punya kategori protein yang tinggi dan vitamin D yang baik gitu kan, sehingga dalam situasi pandemi gini kan orang butuh nutrisi untuk daya tahan tubuh. Itulah Ibu Risma, Ibu Menteri, dengan pengalaman yang beliau miliki, langsung punya inisiatif untuk membuat rebus telur,” kata Harry, saat diwawancarai di dapur umum Gedung Konvensi TMPN Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (14/7/2021).

Harry menjelaskan kategori penerima makanan siap saji bertambah seiring meningkatnya permintaan dari masyarakat. Semula, Kemensos hanya menyediakan untuk keluarga kurang mampu, namun kini Kemensos memberikan juga kepada keluarga yang sedang isoman dan para tenaga kesehatan.

“Sekarang ini variasi sekali, ini kan berkembang terus dari mulai keluarga atau orang-orang yang kurang mampu, tapi juga ada keluarga yang isoman. Kan kita tahulah bagaimana keterbatasan tempat isoman sehingga ada yang inisiatif swadaya masyarakat, ada juga di tempat keluarga-keluarganya sendiri. Ini kan butuh tambahan makanan dan itu terlaporkan ke Kemensos dengan terberitakan kita punya tempat ini akhirnya masyarakat punya inisiatif untuk melaporkan bahwa mereka butuh makanan gitu kan,” jelasnya.

Gedung Konvensi Kalibata ini, kata Harry, Kemensos menargetkan 20 ribu boks per hari untuk dikirim ke masyarakat.

“Kalau makanan tadi targetnya 20 ribu. Kalau dari koordinator, tapi setiap hari rata-rata 17-18 ribu minimal tercapai, boks ini luar biasa lho, karena dulu bencana ini dapur umum 6.000 saja sudah, ini tiga kali lipat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Harry mengungkap ada pesan Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk dapat mengerahkan segala upaya menghidupkan kembali balai-balai menjadi dapur umum.

Risma panggilan akrabnya berharap balai-balai ini dapat berfungsi ganda, bukan hanya untuk menangani disabilitas, namun dapat membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19.

“Ini jadi perhatian Ibu Menteri, karena itu ide besar Ibu Menteri bagaimana balai yang sekarang sudah diarahkan untuk lebih proaktif untuk menangani masalah-masalah sosial di sekitarnya, termasuk mengatasi dampak

pandemi Covid-19 ini membuka dapur umum di balai. Itu salah satu strategi bagi Ibu untuk membangun kolaborasi dengan relawan, bagaimana teman-teman di Kementerian bekerja bersama dengan Tagana,” imbuhnya.

 

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY