DPRD Tak Setuju Kenaikan Tarif Parkir di Jakarta

0
99

Jakarta, Nawacita – Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz menegaskan pihak tidak setuju terkait wacana kenaikan tarif parkir motor dan mobil di beberapa titik di Jakarta. Sebab, menurutnya, saat ini Indonesia khususnya DKI Jakarta tengah mengalami lesunya ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Dia pun meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus mengkaji ulang aturan tersebut.

“Saya tidak setuju apabila kenaikan tarif parkir dikenakan dalam waktu dekat saat perekonomian warga sedang terpuruk,” kata Abdul Azis, dihubungi, Rabu (23/6/2021).

Ia menilai kenaikan tarif parkir itu belum pantas dinaikan untuk saat ini karena hal itu bisa memberatkan masyarakat.

“Itu akan memberatkan pengguna kendaraan pribadi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Aziz mengatakan kenaikkan tarif tersebut tidak akan berdampak pada warga berahli menggunakan transportasi umum.

Mengingat saat ini transportasi umum hanya diperbolehkan 50 persen.

“Kendaraan umum hanya diperbolehkan kapasitas 50 persen,” kata Aziz.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif parkir melalui revisi Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2017. Perubahan tarif parkir tertinggi untuk mobil sebesar Rp 60.000 per jam, sedangkan sepeda motor Rp 18.000 per jam.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY