Lewat Sentra Kreasi Atensi Kemensos, Disabilitas Bisa Berwirausaha

0
343

Jakarta, Nawacita – Penyandang disabilitas terkadang dianggap sebelah mata oleh masyarakat, karena keterbatasan yang mereka miliki dianggap sebagai beban didalam kehidupan. Hal itu yang dirasakan oleh Saparman seorang pedagang keliling di daerah Bandung, Jawa Barat.

Sebagai penyandang disabilitas, keterbatasan yang ia miliki terkadang menjadi penghabat dirinya untuk menghidupi keluarga kecilnya. Memiliki empat orang anak, ia harus banting tulang sebagai keluarga untuk menghidupi keluarganya.
Dengan bermodalkan motor modifikasi hasil rakitan sendiri, ia berdagang makanan apapun yang bisa ia jual di Alun-alun Bandung atau di Masjid Agung Bandung. Sudah lama ia berjualan setelah ia memutuskan merantau dari Padang ke Bandung untuk mengadu nasib, hingga akhirnya ia mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Sentra Kreasi ATENSI, berupa motor listrik roda tiga.

Ia merasa senang dengan bantuan yang di berikan Kemensos kepada dirinya, dengan adanya motor listrik segala aktivitasnya dapat terbantu.

“Saya senang bisa menunjang usaha saya yang saya tidak bisa apa apa, ada bantuan motor ban tiga ini saya sangat senang sekali, saya berterima kasih sekali dengan ibu Risma hatur nuhun pisan,” kata Saparman, saat diwawancarai di Sentra Kreasi ATENSI (SKA) Ciungwanara Bogor, Cibinong, Sabtu (12/6/2021).

Sebagai salah satu penyandang disabilitas, ia berharap agar mereka yang juga memiliki keterbatasan sepertinya tetap semangat dan terus berjuang untuk kehidupan.

Ia juga berharap, kedepannya ia mampu membeli motor yang lebih menunjang agar ia bisa berjualan dengan jarak jauh.

“Harapan saya kalau target saya untuk pertama dalam satu tahun harus punya motor satu lagi, yang pakai bensin agar bisa jarak jauh. Kalau ini listrik, kekuatannya hanya 6 jam harus di cas lagi,” paparnya.

Menteri Sosial (Mensos) RI dalam sambutannya di acara peresmian Sentra Kreasi ATENSI (SKA) Ciungwanara, Cibinong, Bogor, Jawa Barat berharap dengan adanya bantuan yang disalurkan mampu memberikan semangat dan harapan baru bagi para penyandang disabilitas meski ditengah pandemi COVID-19.

“Insyallah kita tidak perlu takut siapapun meskipun dalam kondisi pandemi, pasti kita butuh pakaian, butuh alas kaki dan sebagainya. Jadi tinggal bagaimana kondisi-kondisi seperti itu kita harus pandai membaca situasi. Saya ingat bahwa negara-negara yang maju karena memiliki SDM yang baik,” kata Risma.

Melalui Balai ini, Risma ingin semua penyandang disabilitas bisa diberdayakan dan bisa bersaing meski memiliki keterbatasan.

“Setra kreasi atensi ini awalnya saya menginisiasi untuk para penerima manfaat, karena banyak sekali manfaat terutama yang masih kekurangan. Jadi yang mempunyai usaha silahkan ditampilkan di sini (SKA),” papar mantan Wali Kota Surabaya itu.

Hal serupa juga diungkapkan, Anggota Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka ia berharap dengan adanya sentra kreasi atensi, tempat rehabilitasi sosial mampu memberdayakan kaum disabilitas.

“Satu terobosan ditengah situasi sulit sekarang, program kaya atensi ini, kemudian menyadarkan kita kaum disabilitas punya potensi yang sama sehingga bagaimana kita memberikan ruang, memberikan jalan karena saat ini masyarakat cenderung dianggapnya tidak berdaya,” ucapnya.

“Inilah menurut saya program atensi ini rehabilitasi sosial ini kita berharapkan menyadarkan masyarakat bahwa sesungguhnya kaum disabilitas manusia yang harus kita bantu, harus kita berdayakan, tidak menjadi beban sosial tetapi menjadi salah satu justru pemberdayaan sosial, sebagai manusia yang berdaya,” sambungnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY