Warga Ketandan Wadul ke Dewan Keluhkan Suara Bising Hotel Double Tree

0
427

Surabaya, Nawacita – Warga Rw 4 Ketandan yang berdekatan hotel Double Tree By Hilton Surabaya Jalan Tunjungan Surabaya mengeluhkan suara bising dari aktivitas Cloud 22 Roof top bar. Suara itu informasinya terdengar bahkan hingga sampai Jm 12 malam.

Indra Bagus selaku ketua RW 4 Ketandan mengatakan, sebelum beranjak ke dewan kota Surabaya pihaknya sudah rapat hari jumat, (04/06/2021), bersama Bimaspol, Babinsa, kelurahan, LPMK, Juga RT I Ketandan.

“Sebelum kami rapat dengan kelurahan, ada keluhan dari warga Ketandan terkait masalah suara yang ditimbulkan oleh aktivitas dari Pihak hotel Double Tree. suara kebisingan itu sampai terdengar oleh warga di sekitar situ sampai jm 12 malam, lagi pula bisa mengganggu aktivitas warga setelah pulang kerja,” terang Indra di gedung DPRD kota Surabaya, Selasa (8/6/2021).

Padahal Pemerintah sedang mengalakan PPKM untuk membatasi aktivitas warga selama pandemi baik sifatnya bergerombol maupun mengumpulkan warga dan semua warga mematuhi hal ini hingga Jam 10 malam.

Banyak warga bertanya kenapa kegiatan warga dibatasi akan tetapi kenapa dari pihak double Tree bisa melakukan Aktivitas suaranya sampai wilayah warga.

“Apalagi suara itu sampai jam 12 malam bahkan kami kalau bersuara dengan sesama warga tidak terdengar. Makanya kami ajak Pak RT kesini,” ungkap ketua RW  Ketandan, Indra Bagus.

Sementara itu, Wakil ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Anas Karno mengatakan  keluhan warga Ketandan karena berisik dengan suara musik yang keras dari hotel Double Tree By Hilton Surabaya.

Anggota DPRD kota Surabaya dari PDI-P Anas Karno rumahnya juga di sekitar Double Tree Hotel Surabaya.

“Maka kami panggil Pak Rw dan Rt Ketandan datang ke Ke komisi B DPRD Kota Surabaya untuk melaporkan keluhan warga Ketandan,” terang Anas Karno

Kemudian, tadi dari pihak Manajemen hotel Double Tree By Hilton Surabaya dan bu lurah Ketandan juga hadir serta bu camat untuk melihat secara jauh.

“Kebetulan rumah kami juga didaerah kebangsren tetapi kalau saya mewakili terkait hal itu, ya kurang bagus, biarkan dari warga Ketandan sendiri,” terang Anas Karno saat rapat hearing di komisi B DPRD Kota Surabaya rabu, ( 08/06/2021).

Lebih lanjut, tadi solusinya DPRD memberi kesempatan dari pihak Hotel Double Ttee untuk memperbaiki tekniknya supaya tidak sampai keluar suaranya. Harapannya tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak berisik dan tidak menggangu aktivitas lingkungan setempat

“Jika mengulangi lagi dinas lingkungan hidup dan Cipta karya harus sidak kesana termasuk dengan satpol PP Surabaya,” tutupnya.

Kemudian dari Pihak dari Icha Ayunningtias selaku Markom Hotel hotel Double Tree By Hilton Surabaya menyampaikan dengan dugaan itu tentunya merespon dengan serius karena memang kami hidup berdampingan dengan warga.

“Kami merespon itu dengan mendatangkan teknisi untuk membantu kita, melihat bagaimana penanganan yang sesuai supaya tidak terjadi lagi,” ungkap Icha.

Untuk Pembenahannya, Icha tidak bisa menjawab Ia berdalih bukan teknisi khusus dibidang itu. “Kita harus mendatangkan teknisi untuk estiminasi berapa lama pekerjaan itu kami tidak tahu,” kelitnya.

Dn

LEAVE A REPLY