Sidoarjo Raih Angka Tertinggi Jatim Pengangguran Tembus Ratusan Ribu Orang

0
321

SIDOARJO, Nawacita – Angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo terus meningkat. Pandemi Covid-19 disebut menjadi salah satu penyebab utamanya naiknya pengangguran di Kota Delta.

Hingga saat ini, jumlah pengangguran di Sidoarjo sudah tembus sekitar 288.000 orang atau sekitar 10,98 persen.

Menurut Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, Sidoarjo menjadi salah satu daerah terparah yang terkena imbas pandemi Covid-19. Beberapa waktu belakangan, ada penambahan sampai sekitar 135.000 penganguran baru.

“Ada penambahan sekitar 135.000 pengangguran baru. Dari sebelumnya hanya di kisaran 4,72 persen sekarang naik menjadi 10,98 persen. Total sekarang ada sekitar 288.000 pengangguran,” kata Gus Muhdlor, panggilan Ahmad Muhdlor di sela aacara pelatihan Barista di kantor Kecamatan Tarik, Kamis (27/5/2021).

Seperti diketahui, selama pandemi banyak sekali perusahaan yang merumahkan pegawainya. Lapangan kerja juga terus menurun selama setahun belakangan. Di sisi lain, lulusan sekolah juga terus bertambah setiap tahun.

Akibatnya, angka pengangguran terus meningkat di Sidoarjo. Bahkan, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo, Fenny Apridawati menyebut, angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo ini tertinggi di Jawa Timur.

Untuk mengurangi dan terus menekan angka pengangguran itu, beberapa program digelar oleh Pemkab Sidoarjo. Salah satunya adalah pelatihan wira usaha untuk masyarakat. Seperti yang digelar di Kecamatan tarik, sejumlah warga dilatih menjadi Barista.

“Pelatihan keterampilan kerja semacam ini menjadi salah satu cara baru untuk menekan angka pengangguran. Karena bekerja buka hanya identik dengan memakai sepatu pantofel maupun berpakaian rapi ke kantor, bekerja dapat dimulai dengan hobi,” ujarnya.

Belakangan, banyak warga yang hobi nongkrong di warung-warung kopi, kafe dan sebagainya. Melihat hal itu, tentu ada peluang bagi para pemuda untuk menjadi produktif dengan mengikuti pelatihan Barista atau peracik kopi profesional.

Gus Muhdlor mewanti-wanti kepada peserta pelatihan untuk serius. Bukan sekedar ikut-ikutan atau sekedar ingin mendapat uang saku dari pelatihan saja. Karena kegiatan seperti ini juga menyedot anggaran dari APBD yang tidak sedikit.

“Pelatihan ini arahnya untuk meningkatkan kapasitas, upgrading diri sampeyan. Ingat, orang itu lebih bernilai ketika mempunyai skill yang tidak dimiliki orang lain. Dan tidak semua orang bisa menjadi Barista, sehingga ini peluang,” ujar Gus Muhdlor.

Ke depan, putra KH Agoes Ali Masyhhuri itu menyebut, program pelatihan akan disesuaikan dengan keinginan masyarakat setempat. Pemkab Sidoarjo akan memberikan pelatihan sesuai usulan yang disampaikan masyarakat. Serta, Pemkab Sidoarjo juga berencana memberikan fasilitas peralatan pelatihan kepada peserta pelatihan.

Kadisnaker Sidoarjo, Fenny Apridawati dalam kesempatan yang sama juga berharap melalui pelatihan seperti ini angka pengangguran dapat menurun.

Dia menyebut, kegiatan pelatihan semacam ini sudah digelar di beberapa wilayah, dimulai awal tahun 2021, sejak bupati dan wakil bupati Sidoarjo H Ahmad Muhdlor Ali dan Subandi dilantik pada Februari lalu.

“Pelatihan ini digelar untuk mewujudkan visi dan misi bupati menciptakan 100 ribu lapangan kerja baru,” kata Fenny.

Pelatihan di Kecamatan Tarik ini digelar selama delapan hari, kemudian dilanjutkan dengan uji kompetensi oleh lembaga sertifikasi profesi atau lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Pelatihan serupa juga digelar di Kecamatan Prambon. Di sana, kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi. Ada 16 orang yang ikut menjadi peserta.

Subandi juga menyebut, bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mengurangi angka pengangguran di Sidoarjo.

“Dampak pandemi Covid-19 menjadi penyebab tingginya angka pengangguran Sidoarjo. Kondisi seperti ini menuntut Pemerintah memiliki kreatifitas program untuk menekan angka penganguran,” ujarnya.

Melalui berbagai pelatihan seperti ini, para pekerja yang sudah dirumahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-harinya, diharapkan bisa kembali bergerak. Bahkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, menjadi pengusaha-pengusaha baru yang sukses.

Sumber : Surya

 

LEAVE A REPLY