“Memanas” Puan Vs Ganjar Adu Elektabilitasnya di Survei

0
293

Jakarta, Nawacita – Persaingan Ganjar Pranowo dengan Puan Maharani di lingkup internal PDIP memanas setelah Puan tidak mengundang Ganjar kala memberikan arahan untuk Pemilu 2024. Bila dirunut, nama Ganjar dan Puan memang sama-sama muncul di survei capres 2024.

Acara PDIP di Jateng yang tidak mengundang Ganjar itu berlangsung pada Sabtu (22/5) kemarin. Puan memberikan arahan kepada kader dalam rangka penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024. Pengarahan itu dilakukan di kantor DPD PDIP Jateng.

Dalam acara itu, hampir seluruh kader di wilayah Jawa Tengah, baik eksekutif, legislatif, maupun struktur partai, diundang. Namun, hanya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tak diundang dalam acara tersebut.

Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, terang-terangan mengakui tidak mengundang Ganjar. Alasannya, Ganjar disebut sudah kelewatan terang-terangan memberi sinyal nyapres di Pilpres 2024.

“Tidak diundang! (Ganjar) wiskemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, aja keminter (kalau kamu pintar, jangan bersikap sok pintar),” tegas Bambang usai acara, Sabtu (23/5/2021) malam.

Bambang juga pernah menjelaskan elektabilitas bukan penentu bakal terpilih menjadi capres atau tidak. Ia menegaskan kader partai wajib tegak lurus pada perintah Ketua Umum.

Terkait elektabilitas, Ganjar dan Puan beberapa kali muncul di survei capres 2024 yang digelar sejumlah lembaga survei. Dalam sejumlah survei, Ganjar unggul atas Puan Maharani.

Survei ARSC Maret-April 2021

Ganjar Pranowo: 11,25%
Puan Maharani: 2,48%

Survei digelar pada 26 April-8 Mei 2021 melalui wawancara telepon. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak di 34 provinsi. Margin of error survei ini kurang-lebih 2,9 persen.

Survei IPO Maret-April 2021

Ganjar Pranowo: 12,6%
Puan Maharani: 1,6%

Survei dilakukan pada 10-22 Maret dan berlanjut sampai 4 April 2021 untuk tabulasi dan analisis. Survei melibatkan 1.200 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling, sampling error 2,50%, dengan tingkat akurasi data 97%.

Survei LSI Januari 2021

Ganjar Pranowo: 10,6%
Puan Maharani: 0,1%

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden sebagai sampel basis. Margin of error dari ukuran sampel yakni +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95%. Survei dilaksanakan pada 25-31 Januari 2021.

Survei SMRC Februari-Maret 2021

Ganjar Pranowo: 13,2%
Puan Maharani: 5,7%

Survei pada 28 Februari-8 Maret 2021 dengan melibatkan 1.064 responden yang dipilih secara random (acak) dan diwawancara secara tatap muka. Margin of error penelitian adalah ± 3,07%.

Survei KedaiKOPI Maret 2021

Ganjar Pranowo: 16%
Puan Maharani: 0,2%

Survei dilakukan secara nasional 34 provinsi pada 29 Maret-4 April 2021. Metode survei melalui wawancara telepon. Jumlah responden sebanyak 1.260.

Survei Indikator Maret 2021

Ganjar Pranowo: 13,7%
Puan Maharani: 1,1%

Metode survei yang digunakan simple random sampling sebanyak 206.983 responden yang terdistribusi secara acak. Toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei digelar pada 4-10 Maret 2021. Total survei sampel yang berhasil diwawancara sebanyak 1.200 responden warga negara Indonesia berusia 17-21.

Survei Charta Politika Indonesia April 2021

Ganjar Pranowo: 16%
Puan Maharani: 1,2%

Metode survei yang digunakan adalah metode sampling pengacakan sistematis sebanyak 1.200 responden. Toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan pada 20-24 Maret 2021. Responden merupakan warga negara Indonesia yang berusia di atas 17 tahun.

Sumber : Detik

LEAVE A REPLY