Bertemu saat Ramadhan, PKB Amar Makruf dan PKS Nahi Mungkar

0
247
DPP PKB saat menerima DPP PKS di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Jakarta, Nawacita – Para pengurus DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS ) dan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru saja menggelar silaturahmi kebangsaan di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (28/4/2021). Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Ami dan Presiden PKS, Ahmad Syaikhu.

Usai Pertemuan secara tertutup, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB Hasanuddin Wahid dan Sekjen DPP PKS Habib Aboebakar Alhabsy memberikan keterangan pers.

Hasanuddin mengungkapkan, pertemuan tersebut membahas perihal kesamaan yang dimiliki kedua partai yakni berbasis keumatan. Namun, jika PKB berada di pemerintahan sedangkan PKS berada di luar pemerintahan (oposisi).

“PKB bagian amar ma’ruf dan PKS bagian nahi mungkar. Dan tugas kita jadi lengkap amar ma’ruf nahi mungkar. Kritik dan sebagainya tetap kita perlukan buat negeri ini. Dan posisi ini membuat kita semua bisa melihat negeri ini secara utuh dan lengkap,” kata Hasanuddin.

Hasanuddin mengungkapkan silaturrahmi PKS diharapkan membawa Indonesia akan bangkit dari keterpurukan, juga bisa mengatasi COVID-19 dan membawa kebangkitan ekonomi.

“Kira-kira tajuk pertemuan ini ialah mempercepat kebangkitan bangsa untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. jadi itu yang kita bicarakan dengan sahabat-sahabat PKS,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Cak Udin nama sapaannya mengatakan semua problem politik dan sisa-sisa residu Pileg, Pilpres, dan Pilkada 2019 bisa selesaikan.

“Karena PKB dan PKS politiknya adalah politik Rahmatan Lil Alamin. politik rahmah, itulah yang sedang kita bangun agar indonesia di 2024 nantinya benar-benar mampu menjadi bangsa yang benar-benar maju dan sejahtera,” ucap Cak Udin.

Sekjen PKS Habib Aboebakar menyebut silaturrahmi PKS ke PKB ini agenda banyak titik temu dalam persoalan keumatan, karena PKB dan PKS mengusung Islam Rahmatan Lil Alamin.

“Kedua partai memiliki kesepahaman sinergi mewujudkan islam Rahmatan Lil Alamin, yaitu dengan menjaga suasana keumatan agar tetap sejuk, tanpa gesekan dan diharapkan visi keumatan ini akan mampu membangun peradaban secara bersama-sama,” ucapnya.

Habib Aboe sapaan akrabnya, menilai PKS dan PKB akan melakukan kerja sama lanjutan untuk membawa bangsa ini bangkit menuju keadilan dan kesejahteraan.

“Perlu ada kenaikan taraf hidup umat agar lebih sejahtera. Di masa COVID-19 kita membantu pemerintah agar bisa selesai dari masalah ini,” tandas Habib Aboe.

PKB dan PKS menyadari bahwa perlu ada sinergi dalam membangun Islam rahmatan lil alamin. Yakni dengan menjaga suasana keumatan agar tetap sejuk tanpa gesekan. Juga bersama-sama membangun kekuatam ekenomi syariah.

“Kita juga bersama-sama membangun ekonomi syariah. Menjadikan Indonesia sebagai satu kekuatan ekonomi syariah dan halal di dunia,” ungkapnya.

Untuk diketahui, para jajaran PKS sampai di Kantor DPP PKB pukul 16.45 WIB, Syaikhu didampingi Sekjen Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, Ketua DPP Ali Akhmadi, Ketua DPP Anis Byarwati, Ketua DPP Mardani Ali Sera, Wasekjen Moh. Rozaq Asyhari, Wakil Ketua DPP K.H. Mahmud Mahfudz, Sekbid Humas Kurnia Wijaya dan Kepala Staf Presiden PKS Pipin Sopian.

Sedangkan Gus Ami menyambut bersama Waketum Hanif Dhakiri, Sekjen PKB M. Hasanuddin Wahid, Ketua DPP PKB yang juga Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Reza, Ketua Komisi X Syaiful Huda, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh, Anggota DPR Anggie Ermarini, Sekretaris Fraksi PKB DPR Fathan Subhi, serta Wakil Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY