Kepala BIN Papua ditembak, MPR : Ini Ancaman Serius Keamanan Bangsa

0
187
Ahmad Basarah

Jakarta, Nawacita – Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha Karya gugur setelah baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Minggu (25/4/2021), pukul 15.50 WIT.

Insiden baku tembak ini terjadi saat KKB menghadang iring-iringan Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri yang tengah melakukan perjalanan menuju Kampung Dambet.

Menanggapi insiden tersebut, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menilai gugurnya Kabinda Papua sebagai ancaman serius bagi keutuhan dan integrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Peristiwa gugurnya Kepala BIN papua sekali lagi memberikan gambaran lebih jelas kepada kita semua bangsa Indonesia bahwa kelompok kriminal bersenjata, saya lebih suka menyebutnya sebagai kelompok separatis, yang ingin memisahkan Papua dari NKRI memang betul-betul suatu ancaman yang sangat serius bagi keutuhan dan integrasi seluruh wilayah NKRI,” kata Ahmad Basarah, saat diwawancarai di Gedung DPR RI, Senin (26/4/2021).

Ia meminta agar seluruh jajaran pemeerintahan baik TNI, Polri serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk bersikap tegas dan dikonsolidasikan, sehingga pemerintah lebih efektif dalam menangani kasus tersebut.

“Saya kira ketegasan dan seluruh jajaran pemerintahan baik TNI, POLRI kemudian Kemendagri dan jajaran terkait harus lebih dikonsolidasikan lagi sehingga pemerintah lebih solid, kompak, dan efektif cara penanganannya,” tandasnya.

Ia berharap dengan insiden ini, seluruh aparatur negara lebih masif lagi dalam menanggulangi dan mengatasi kelompok-kelompok separatisme di Papua, agar tidak ada korban lagi yang berjatuhan.

“Oleh karena itu jangan sampai gugurnya Brigjen putu tidak memberikan hikmah kepada kita semua untuk seluruh aparatur negara bekerja secara lebih terstruktur, sistematis, dan masif lagi di dalam upaya menanggulangi dan mengtasi kelompok-kelompok separatisme di Papua,” pungkas politisi PDIP itu.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY