Rehab RTLH di Kab Pasuruan Baru 3,5 Persen

0
335
Salah satu rumah tak layak huni yang direhab di wilayah Umbulan, Kecamatan Winongan

Bangil, Nawacita – Dana sudah siap Rp 30 miliar. Sekitar 2 ribu rumah masing-masing dijatah Rp 15 juta. Namun, baru 65 pemilik yang mengambil uang itu untuk merehab rumah mereka. Masih Ramadan. Menunggu habis Lebaran.

Program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) itu mulai berjalan. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menyatakan, telah menyosialisasikan program itu kepada sasaran. Uang sudah cair. Diharapkan, banyak penerima yang mau segera mengambil uang mereka.

Namun, sejauh ini, belum banyak penerima yang siap membangun rumahnya. Bulan Ramadan menjadi alasan untuk menunda bongkar-bongkar rumah. Banyak penerima yang memilih membangun rumahnya setelah Hari Raya Idul Fitri.

Hari mencatat, baru sekitar 65 penerima bantuan yang mengambil dan menggunakannya untuk merehab rumah. Artinya, baru sekitar 3,5 persen. ”Selebihnya masih menunggu Lebaran,” jelasnya.

Program bedah RTLH ini ditujukan bagi warga Kabupaten Pasuruan yang tempat tinggalnya tidak layak ditempati. Mereka tinggal dalam rumah yang memprihatinkan. Dana program tersebut, Rp 15 juta baru merupakan stimulus. Sebab, nilai bantuan yang diberikan tidak akan cukup jika untuk membangun sebuah rumah yang benar-benar layak saat ini.

Kekurangannya diharapkan bisa didukung masyarakat. Misalnya, sokongan tenaga. Dengan cara itu, sikap gotong royong di tengah masyarakat masih bisa tercipta.

jp

LEAVE A REPLY