Jauh dari Keluarga itu Berat, Napi Wanita ini Berharap Jangan ada lagi Korupsi

0
2662
Ida Lidia saat ditemui di Lapas IIA Wanita, Tangerang, Selasa (20/4/2021). Foto : Alma Fikhasari / nawacita

Tangerang, Nawacita – Meninggalkan keluarga jadi cobaan terberat bagi para penghuni Lapas Perempuan Tangerang. Di Rumah prodeo yang mayoritas diisi tahanan KPK ini, para perempuan itu punya kisah pilu tersendiri setelah mendekam gara-gara kasus korupsi. Maka di peringatan Hari Kartini 21 April 2021 ini, para wanita diajak untuk menjauhi korupsi karena hukumannya cukup berat.

Salah satu tahanan Lapas II A Tangerang, Ida Lidia mengisahkan pengalaman tidak mengenakkannya di tahanan. Perempuan yang tersangkut kasus pengadaan jasa keamanan di Dinas Kesehatan yang merugikan negara Rp 1,1 miliar tahun anggaran 2013. menceritakan deritanya menghuni Lapas Tangerang. Diusianya 63 tahun ia harus meninggalkan keluarga, suami serta anak cucu untuk menjalani hukuman selama 2,5 tahun.

“Awal pertama saya masuk sini terasa berat memang, karena diusia 63 tahun saya harus menjalani masa hukuman selama 2,5 tahun. Saya meninggalkan keluarga, meninggalkan suami dan anak cucu yang jumlahnya sudah 7,” kata Ida saat diwawancari, di Lapas Klas IIA Tanggerang, Selasa (20/4/2021).

Baca Juga : Ada Ratu Atut di Acara Penyuluhan Antikorupsi di Lapas Wanita Tangerang

Ia juga merasa takut dan ragu saat awal masuk lapas, sehingga mengakibatkan kondisi kesehatannya drop dan mengharuskannya rutin mengkonsumsi obat.

Selama 6 bulan pertama, ia mencoba untuk beradaptasi dengan kondisi di Lapas hingga akhirnya ia merasa tegar dan ikhlas menerima semua yang menimpanya. Dengan mendekatkan diri kepada sang khaliq.

“Awalnya memang pertama saya ragu-ragu masuk sini, awalnya tensi saya naik 170. Tapi dengan berjalannya waktu alhamdullilah di sini saya larinya itu kepengajian saya itu ke masjid sore hari. Alhamdullilah sampai hari ini saya sudah khatam Quran sembilan kali,” terangnya.

Ia berpesan agar tidak mencontoh apa yang telah ia lakukan dahulu. Jangan ada lagi, utamanya Wanita korupsi. Karena yang terkena dampak bukan hanya diri sendiri melainkan semua termasuk keluarga.

Baca Juga : Berikut Daftar Ucapan Hari Kartini untuk Orang Tercinta

“Saya hanya ingatkan kepada anak-anak saya yang jumlahnya tiga orang kejadian ini jangan sampai menimpa anak-anak saya dan juga teman-teman yang lainnya,” ucap Ida.

“Mudah-mudahan kasus ini jatohnya hanya di saya saja, karena memang didalam sini kita jauh dari keluarga, menyusahkan suami, menyusahkan anak-anak dan keluarga lain pasti mereka juga malu,” tambahnya menyesal.

Ia juga mengingatkan bagi semua khususnya anak muda agar jauhi korupsi karena dapat menghancurkan generasi penerus dan bisa memiskinkan masyarakat.

“Pesan saya untuk teman-teman khususnya keluarga saya jangan sampai melakukan hal seperti saya. Karena walaupun salah tidak salah korupsi itu merugikan bangsa menghancurkan generasi penerus dan bisa memiskinkan masyarakat,” tegas Ida.

Ida juga bercerita bagaimana kesehariannya selama di Lapas. Bagaimana sesama warga binaan saling menguatkan satu sama lain. Dan juga harapan serta keinginannya setelah keluar dari Lapas di mana ia ingin mengabdi kembali sebagai dokter gigi. Ia ingin ilmu dan kemampuan yang dia miliki selama ini dapat berguna bagi masyarakat.

“Kita saling menguatkan, kita saling berbagi, kita saling support agar supaya kita bisa bertahan untuk sehat berada di Lapas ini. Dan alhamdillilah di Lapas ini tidak seperti yang saya bayangkan waktu itu mau masuk sudah bayangin seperti apa, walaupun memang susah ya kita tidak bertemu dengan keluarga, jam 17.00 WIB harus sudah ke dalam (kamar tahanan) kita tidak bisa kontakan dengan keluarga terus. Tetapi itu sudah jadi takdir saya,” ujarnya.

Jika sudah bebas nanti, Ida mengaku akan kembali membuka praktik sebagai dokter gigi. “Mudah-mudahan saya masih diterima. Mudah-mudahan saya paling dari sini bisa bergabung dengan teman-teman. Dan pada intinya saya menyampaikan juga bahwa korupsi memang bener-bener (berbahaya), walaupun tidak menikmati uangnya tapi itu merugikan bangsa dan negara,” pungkasnya.

Penulis : Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY