BI : Peran Media Penting Pulihkan Pariwisata kita

0
340

Surabaya, Nawacita – Guna memulihkan perekonomian yang paling tepat adalah di sektor Pariwisata, hal ini diungkapkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur (KPw BI Jatim) Difi Johansyah saat sambutannya dalam pelatihan wartawan selama dua hari  yang diadakan di Hotel bisanta Hotel Surabaya, Sabtu dan Minggu,  (18-19/4/21)

” Jawa timur ini mempunyai banyak Potensi Pariwisata,” ungkapnya

Pada kegiatan ini bertajuk ” Sinergi Mendukung Bangga Wisata Jawa timur. Pada kesempatan itu turut hadir pada kesempatan ini Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur Sinarto, bersama 3 redaktur senior sekaligus, yakni Hatim Veraby dari Harian Sindo, Elba Damhuri dari Republika, dan Tommy Aryanto dari Tempo Group.

KPw BI Jatim mengatakan BI Jatim juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mempromosikan pariwisata di Jawa Timur. Karena kalau pariwisata kembali bangkit dan ramai, dampak positifnya akan membangkitkan perekonomian masyarakat.

Untuk itu BI mengajak pihak media turut bersinergi memulihkan pariwisata di jawa timur melalui pemberitaan. Namun dari catatannya, pemberitaan pariwisata dirasa masih kurang lengkap, kurang detail dalam memberikan petunjuk, sehingga pembaca menjadi kurang tertarik untuk datang ke obyek wisata yang ada.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Komunikasi (2013-2014), mencontohkan, memang banyak rombongan wisatawan ke Bromo. Namun mereka hanya menginap, tidur dan makan pagi. Dari situ masyarakat tidak dapat manfaat apa-apa. Maka dengan acara ini ia berharap, pemberitaan dapat dibuat lebih detil, seperti dalam mengangkat budaya atau hiburan setempat, produk-produk ekonomi masyarakat, dsb sehingga memberi ketertarikan wisatawan untuk membelanjakan uangnya dengan senang hati.

Perkembangan dunia digital, menurut Difi seharusnya dapat dimaksimalkan oleh para jurnalis untuk lebih kreatif dan produktif semisal dengan membuat konten YouTube yang menarik dan bisa menghasilkan uang.

Terakhir Ia berharap para jurnalis tetap semangat dan produktif di ujung masa Pandemi Covid-19. Termasuk juga dapat memberikan berita-berita yang berkualitas.

Difi juga berpesan agar para jurnalis memberikan pemahaman yang baik tentang bahaya Hoax yang banyak beredar dimasyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur Sinarto memberikan wawasan perkembangan pariwisata di Jawa Timur.

Saat ini terdapat 497 desa wisata yang berkembang di jatim. 40 persen memperlihatkan keindahan alamnya dan 60 persen lagi menjual budaya. Namun seiring dengan masa pandemi yang membatasi kerumunan, angka kunjungan wisatawan mengalami penurunan sebanyak 80 persen dari angka pergerakan wisatawan yang mencapai 82 juta. Padahal impact dari wisata adalah ekonomi.

Kalender wisata saat ini masih dalam tahap penyusunan. Keterlambatan ini juga dipengaruhi oleh keraguan dinas pariwisata daerah dalam menyusun kegiatan wisatanya. ” Beberapa daerah masih ragu dalam menyusun programnya karena masih dalam masa pembatasan,” ungkap Sinarto.

Berbagai upaya sudah dilakukan Disbudpar Jatim untuk memulihkan pergerakan wistawan ke jawa timur termasuk bekerjasama dengan komunitas-komunitas wisata, pembuatan virtual event, virtual tour dan pembuatan film-film pariwisata jatim.

” Ini semua sudah kami upayakan sesuai dengan instruksi presiden yang mentargetkan tahun depan Indonesia akan Booming di bidang Pariwisata,” tandasnya

Dny

LEAVE A REPLY