Ikuti Proses Vaksinasi Nusantara, Saleh: Utamakan Produk Dalam Negeri

0
167

Jakarta, Nawacita – Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay, pagi tadi bersama puluhan rekan-rekan anggota komisi IX lainnya mendatangi RSPAD. Tujuannya ialah untuk mengikuti prosesi vaksinasi dengan menggunakan vaksin nusantara.

Menurutnya, minat terhadap vaksin nusantara ini ternyata sangat tinggi. Terbukti dengan antrian panjang yang ada di RSPAD.

“Kata pihak RSPAD, banyak yang mau divaksin. Tetapi mereka batasi. Mereka masih fokus pada studi dan penelitian yang dilaksanakan,” jelas Saleh, kepada wartawan, Rabu (14/4/2021).

Saleh memilih untuk divaksin nusantara sebab, ia menilai vaksin tersebut efektif dalam rangka meningkatkan imunitas. Serta, kata Saleh, vaksin nusantara buatan anak bangsa ini tidak memiliki efek samping.

“Saya memiliki sejumlah alasan mengapa saya mau divaksin dengan menggunakan vaksin nusantara. Pertama, saya sudah berdiskusi dengan para penelitinya. aik peneliti asal Indonesia, maupun peneliti asal AS. Saya mendapatkan penjelasan utuh terkait vaksin nusantara ini. Dan saya percaya bahwa vaksinasi ini sangat baik dan efektif dalam rangka meningkatkan imunitas,” papar Wakil Ketua MKD itu.

“Kedua, saya juga sudah berbicara dengan orang-orang yang pernah divaksin dengan vaksin nusantara. Menurut mereka, vaksin nusantara ini dapat dikatakan tidak memiliki efek samping,” tambahnya.

Kemudian, ia menilai bahwa vaksin nusantara ini sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Apalagi, presiden Jokowi sudah meminta agar Indonesia mengutamakan produk dalam negeri.

Lebih lanjut, vaksinasi dengan vaksin nusantara ini dilakukan terbatas. Karena itu, tidak melanggar ketentuan apa pun. Ia berharap dengan melakukan vaksinasi ini, BPOM akan lebih mudah memberikan berbagai macam izin yang dibutuhkan.

“Kita berani jadi contoh. Berani untuk divaksin lebih awal. Saya melihat, para peneliti dan dokter-dokter yang bertugas semuanya ikhlas. Tidak ada muatan politik sedikit pun,” ujarnya.

Ia juga berharap kedaulatan dan kemandirian Indonesia dapat terjamin dalam bidang kesehatan dan pengobatan. Momentum COVID-19 bisa menjadi pintu masuk.

“Sekarang kan kita masih tergantung negara lain. Ketika diembargo, program vaksinasi kita langsung terganggu. Setidaknya, mengganggu jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya. Di situ pentingnya kemandirian dan kedaulatan tersebut,” pungkasnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY