Pembicaraan Luhut dengan Jokowi Terkait Lumbung Ikan di Maluku

0
251
Ilustrasi: Lumbung Ikan Nasional di Maluku

Jakarta, Nawacita – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal pembangunan Lumbung Ikan Nasional (LIN) di Ambon, Maluku. Katanya proyek itu akan segera dikerjakan dalam waktu dekat.

Luhut mengatakan itu setelah berbicara dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Deputi Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenkomarves Safri Burhanuddin untuk segera melaksanakan arahan tersebut.

“Tadi malam saya bicara panjang lebar sama Presiden mengenai itu lumbung ikan yang ada di Ambon. Itu segera kita kerjakan dan saya sudah bicara sama Pak Safri tadi malam dan tadi Pak Safri sudah mulai action,” kata Luhut dalam sosialisasi Kebijakan Alur Pipa dan Kabel Bawah Laut yang dilihat virtual, Senin (22/03/2021).

Luhut pun berjanji segera berdiskusi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono untuk menindaklanjuti arahan Jokowi agar mempercepat pembangunan dan infrastruktur pendukungnya.

“Jadi ketertiban di Batam nanti kalau jalan saya mohon Bakamla, angkatan laut, semua kita terintegrasi kerjanya termasuk bea cukai, polisi, semua. Jadi tidak ada satu elemen pun yang tidak terlibat dalam pemetaan penertiban negeri kita tercinta ini,” pungkasnya.

Kembali soal lumbung ikan nasional, sebelumnya Luhut menargetkan dengan kehadiran itu Indonesia bisa melakukan ekspor ke berbagai negara mulai dari Eropa, Amerika Serikat (AS), hingga Australia.

“Sekarang ini di sektor perikanan tangkap dan budidaya sedang kita fokuskan pembangunan di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara, karena ini mau kita mau jadikan kawasan produksi ikan yang bisa nanti kita ekspor langsung ke berbagai negara di Eropa, Asia, Timur Tengah, Amerika, dan Australia,” kata Luhut dalam keterangannya, Kamis (25/2/2021).

Saat ini pembangunan infrastruktur menjadi fokus utamanya. Seperti dibangun pelabuhan perikanan bertaraf internasional dan Ambon New Port yang dibangun dengan konsep pelabuhan terintegrasi perikanan.

Fasilitas di dalam lumbung ikan akan diisi dengan terminal petikemas internasional dan domestik, kawasan industri dan logistik, serta terminal LNG dan pembangkit listrik. “Kita perlu percepat infrastruktur pembangunannya, supaya bisa cepat juga kita gunakan,” ujar Luhut.

Luhut menjabarkan kawasan Maluku memiliki potensi perikanan yang besar. Maluku dinilai dekat Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia titik 714, 715, dan 718. Di tiga titik tersebut, KKP memetakan potensi perikanan yang ada mencapai 950.000 ton per tahun dengan target produksinya sebesar 665.000 ton per tahun.

dtk

 

LEAVE A REPLY