NasDem Surabaya Bergolak, 26 DPC Lakukan ” Deklarasi Gerakan Kader Penyelamat Partai NasDem “

0
406

Surabaya, Nawacita – Polemik kisruhnya yang terjadi di kepengurusan DPD Partai NasDem Kota Surabaya yang berkepanjangan, membuat mantan-mantan pengurus dan kader melakukan ” Deklarasi Gerakan Kader Penyelamat Partai NasDem “, hari Sabtu (13/3/2021).

Edy Firmanto yang dikenal dengan sapaan Edy Frente menuturkan kepada awak media  disela sela acara yang bertempat di Hotel Amaris Darmo, Jl. Taman Bintoro No. 3 – 5 Surabaya “Mendengar informasi lewat media masa dan media online terhadap aksi 26 DPC Partai NasDem se-Kota Surabaya tentang Mosi Tidak Percaya terhadap kepemimpinan Robert Simanyunsong selaku Ketua DPD Partai NasDem Kota Surabaya, Kami sangat prihatin, dikarenakan Partai NasDem sejak didirikan hingga sekarang menjadi partai yang diharapkan masyarakat untuk mampu membawa perubahan yang cukup besar di Bumi Nusantara ini”.

Antusias dukungan masyarakat terhadap Partai NasDem cukup besar, dibuktikan dengan peningkatan perolehan suara yang cukup signifikan di beberapa daerah sehingga tidak heran bahwa Partai NaDem menduduki 4 besar dalam perolehan kursi di DPR RI, sejalan dengan itu begitu tegasnya pimpinan pusat Ketum IL. Surya Paloh  begitu cepat dan tanggap dalam menyelesaikan persoalan-persoalan baik diluar partai maupun konflik didalam partai selalu terselesaikan dengan baik dan lancar, kata Frente.

Frente menambahkan “Ini menandakan bahwa Partai Nasdem dalam perhelatan pemilu 2024 siap merebut posisi teratas sebagai partai pemenang, sejalan dengan itu, semua bilamana struktur organisasi yang tertata dengan baik di semua tingkatan baik di DPP, DPW, DPD, DPC hingga Ranting, bergerak sejalan dengan kebijakan dan program partai yang pro terhadap kepentingan masyarakat dengan slogan Tanpa Maharnya”.

Dalam deklarasi ini ada 7 poin penyataan sikap yang dibacakan oleh Widi .

Kami yang tergabung dalam GERAKAN KADER PENYELAMAT PARTAI NASDEM KOTA SURABAYA menyatakan sikap :

1. Menolak kepemimpinan yang arogan dan tidak mengindahkan norma-norma kepatutan berhubungan dengan sesama kader NasDem dan nilai-nilai demokrasi dalam organisasi Partai NasDem Kota Surabaya.

2. Menolak kepemimpinan yang tidak mengutamakan permusyawarahan.

3. Menolak kepemimpinan yang bersifat sombong dan mengedepankan bahwa uang adalah segala- galanya dalam mengurusi partai.

4. Menolak kepemimpinan yang tidak mempunyai visi misi dan program kerja partai yang jelas dalam menjalankan strategi politik

5. Menolak kepemimpinan yang bersifat memecah belah.

6. Menolak Kepemimpinan yang tidak menghargai perjuangan para pendahulu dalam membesarkan Partai NasDem Kota Surabaya.

7. Menolak Robert Simangunsong dan Antek Anteknya memimpin DPD Partai NasDem Kota Surabaya

Demikian Penyataan sikap mantan pengurus DPD NasDem Kota SURABAYA DAN KADER NasDem Kota SURABAYA.

Gysberth Latumeten yang mendampingi Edy Frente juga menyatakan “Berpijak dari itu semua, Kami yang tergabung dalam GERAKAN KADER PENYELAMAT PARTAI NASDEM KOTA SURABAYA. merasa prihatin dan berharap kepada para petinggi partai khususnya DPP dan DPW untuk menyelesaikan konflik internal yang terjadi di kepengurusan DPD Partai NasDem Kota Surabaya yang begitu lambat penangannya hingga menjadi trending topic di beberapa media masa”.

Disinggung atas masuknya kader yang baru dari beberapa partai beberapa waktu lalu, Kaka Gys menegaskan itu bukan wewenang kami, sah-sah saja partai Nasdem merekrut kader baru, tapi sebagai kader bukan sebagai pengurus DPD, dan sebagai pengurus harus berkwalitas.

Kalau ada isu-isu yang berkaitan dengan Pilwali tahun lalu itu tidak ada, itu omong kosong dan tidak ada niatan untuk menghancurkan atau menggembosi DPD Nasdem Surabaya”, pungkasnya.

Dalam deklarasi ini ada 7 poin penyataan sikap yang dibacakan oleh Widi .

Kami yang tergabung dalam GERAKAN KADER PENYELAMAT PARTAI NASDEM KOTA SURABAYA menyatakan sikap :

1. Menolak kepemimpinan yang arogan dan tidak mengindahkan norma-norma kepatutan berhubungan dengan sesama kader NasDem dan nilai-nilai demokrasi dalam organisasi Partai NasDem Kota Surabaya.

2. Menolak kepemimpinan yang tidak mengutamakan permusyawaratan.

3. Menolak kepemimpinan yang bersifat sombong dan mengedepankan bahwa uang adalah segala- galanya dalam mengurusi partai.

4. Menolak kepemimpinan yang tidak mempunyai visi misi dan program kerja partai yang jelas dalam menjalankan strategi politik

5. Menolak kepemimpinan yang bersifat memecah belah.

6. Menolak Kepemimpinan yang tidak menghargai perjuangan para pendahulu dalam membesarkan Partai NasDem Kota Surabaya.

7. Menolak Robert Simangunsong dan Antek Anteknya memimpin DPD Partai NasDem Kota Surabaya

Demikian Penyataan sikap mantan pengurus DPD NasDem Kota SURABAYA DAN KADER NasDem Kota SURABAYA.

Gysberth Latumeten yang mendampingi Edy Frente juga menyatakan “Berpijak dari itu semua, Kami yang tergabung dalam GERAKAN KADER PENYELAMAT PARTAI NASDEM KOTA SURABAYA. merasa prihatin dan berharap kepada para petinggi partai khususnya DPP dan DPW untuk menyelesaikan konflik internal yang terjadi di kepengurusan DPD Partai NasDem Kota Surabaya yang begitu lambat penangannya hingga menjadi trending topic di beberapa media masa”.

Disinggung atas masuknya kader yang baru dari beberapa partai beberapa waktu lalu, Kaka Gys menegaskan itu bukan wewenang kami, sah-sah saja partai Nasdem merekrut kader baru, tapi sebagai kader bukan sebagai pengurus DPD, dan sebagai pengurus harus berkwalitas.

Kalau ada isu-isu yang berkaitan dengan Pilwali tahun lalu itu tidak ada, itu omong kosong dan tidak ada niatan untuk menghancurkan atau menggembosi DPD Nasdem Surabaya”, pungkasnya.

dny

LEAVE A REPLY