Di Rumah Moeldoko, Demokrat Hasil KLB Klaim Sudah sah dan Konstitusional

0
334
Ahmad Yahya dari kubu DPP Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang di rumah Moeldoko, Kamis (11/3/2021).

Jakarta, Nawacita – Panitia Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) di Deli Serdang pada 5 maret 2021, mengadakan konferensi pers di Jalan Terusan Lembang D54, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/03/2021). Alamat tersebut kabarnya adalah Rumah Ketua Umum DPP Partai Demokrat versi KLB Moeldoko.

Dalam pertemuan kali ini hadir para penggagas terjadinya KLB Deli Serdang. Diantaranya, Jhoni Allen, Darmizal, Muhammad Rahmat, Razman Arif Nasution, Ahmad Yahya serta beberapa panitia KLB dan juga hadir para ketua DPC PD.

Ahmad Yahya mengatakan, pertemuan kali ini untuk membahas bahwa KLB di Deli Serdang telah selesai, sah, dan konstotusional.

Selain itu, untuk mengungkapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) tahun 2020 yang menjadi landasan kerja DPP versi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak sah.

“Untuk membahas bahwa KLB di Deli Serdang telah selesai, sah, dan konstotusional. AD/ART tahun 2020 yang merupakan landasan kerja DPP versi AHY itu telah nyata-nyata melanggar UU Partai Politik dan oleh karna itu batal hukum, maka DPP PD pimpinan AHY dan AD/ART 2020 yang tidak dibahas dalam kongres V tahun 2020 dinyatakan tidak pernah ada,” jelas Ahmad.

Ajarin Duwila Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul)

Beberapa ketua DPC yang mendukung adanya KLB Deli Serdang dan mendukunh kepemimpinan KSP Moeldoko memberikan testimoni terkait kepemimpinan AHY dalam pertemuan tersebut.

Salah satunya, Ajarin Duwila Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul). Ia mengungkapkan AD/ART 2020 tidak pernah dibahas didalam kongres.

“Pertama, AD/ART tidak pernah dibahas didalam kongres. didalam AD/ART kita tersebut memasung hak-hak kami untuk menjadi pemimpin di partai demorkat,” ungkapnya.

Ia menjadi salah satu ketua DPC yang dipecat oleh AHY karena terbukti mendukung adanya KLB. Namun ia memerasa bangga dan mengajak pimpinanan DPC seluruh Indonesia untuk merapatkan barisan.

“Hari ini Kami pemegang hak suara dinyatakan dipecat walaupun faktanya kami belum menerima surat keputusan (SK)nya. tetapi saya bangga ketika saya dipecat karena saya berada di barisan revoulusi untuk partai demokrat lebih baik kedepannya,” tandasnya.

Penulis : Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY