Terkesan Tak Serius, PKS Desak Pemerintah Percepat Pembangunan Jargas

0
262

Jakarta | Nawacita – Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto meminta agar Pemerintah mempercepat dalam pembangunan jaringan gas (jargas) secara nasional agar program substitusi impor LPG dengan gas alam dapat dioptimalkan.

Dalam rangka menekan defisit transaksi berjalan dan membangun ketahanan energi secara lebih massif, menurut Mulyanto upaya ini perlu dilakukan.

“Target Pemerintah di tahun 2024 adalah sebesar 4 juta sambungan rumah tangga (SR) jargas. Sementara realisasi sampai dengan tahun 2020, baru mencapai total sebesar 660 ribu SR atau sekitar 16.5%-nya. Masih sangat jauh dari target. Padahal waktu yang tersisa tinggal 3 tahun lagi,” tandas Mulyanto, saat dihubungi nawacita.co, Kamis (25/02/2021).

Baca Juga : Komisi VII DPR Kembalikan Program Bagi Rakyat Kecil di Kementerian ESDM

Menurutnya, Pemerintah kurang serius mengembangkan jaringan gas di wilayah-wilayah produktif. Seperti di wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan yang sampai saat ini belum terjangkau jargas.

Padahal pilot project jargas di rumah susun Tangerang sudah lama berjalan.

“Beberapa wilayah di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi sudah masuk jargas. Tapi Tangerang sampai sekarang masih belum. Ini kan menunjukan Pemerintah tidak serius menjadikan jargas sebagai sumber energi alternatif bagi masyarakat,” katanya.

Secara umum program substitusi LPG dengan gas alam ini dapat menghemat devisa. Hitungannya, harga gas alam lebih murah daripada LPG.

Selain itu cadangan gas alam berlimpah. Dengan begitu secara nasional, masyarakat dapat berhemat sebesar Rp. 0,3 triliun per tahun. Sementara Pemerintah dapat menghemat subsidi LPG sebesar Rp 3,3 triliun per tahun.

rdks/nwct

LEAVE A REPLY