Kemendag Fokus Kembangkan Ekspor ke Afrika dan Amerika Selatan

0
150

Jakarta | Nawacita – Kementerian Perdagangan (Kemendag) kini tengah fokus pada pembukaan pasar ekspor baru Indonesia di luar pasar-pasar tradisional. Di antaranya pasar Afrika dan Amerika Selatan. Pembukaan pasar non tradisional ini akan diperkuat dengan berbagai perjanjian perdagangan yang akan diinisiasi oleh pemerintah Indonesia.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan, selain Afrika dan Amerika Selatan, ada juga wilayah Eropa Timur, Eropa Tenggara, Asia Selatan, dan Timur Tengah.

“Perlu ada diversifikasi baik dari segi negara tujuan maupun jenis produk itu sendiri, salah satunya melalui perjanjian perdagangan,” tegas Jerry seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 24 Februari 2021.

Baca Juga : Kementerian Sosial Distribusikan Bantuan Logistik Korban Banjir Pebayuran Kabupaten Bekasi

Salah satu perjanjian dagang yang baru selesai yaitu Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement. Ini diharapkannya menjadi pembuka jalan bagi pasar-pasar baru di Afrika bagian tengah dan selatan. Sedangkan untuk wilayah Amerika Selatan terdapat Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement yang menurutnya terbukti meningkatkan utilitas pemanfaatan surat keterangan asal.

Dengan terbukanya kerja sama melalui perjanjian perdagangan, Jerry menekankan bahwa dampaknya akan memberikan insentif baik dari sisi tarif maupun non tarif terhadap banyak sekali produk ekspor Indonesia.

“Sebagai contoh, perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) memberikan tarif 0 persen terhadap sekitar 6.900 jenis produk Indonesia,” paparnya.

Pada Januari 2021, secara kuantitatif, Jerry mengungkapkan, nilai ekspor ke Afrika Selatan tumbuh 138,15 persen secara tahunan dan Afrika Timur tumbuh 57,7 persen.

Selain itu, ekspor ke beberapa kawasan yang sudah memiliki perjanjian kerja sama perdagangan juga tumbuh. Untuk kawasan Asia Tenggara pertumbuhannya 10,86 persen secara tahunan dan Australia tumbuh 22,77 persen.

Untuk itu, pada 2021, Kementerian Perdagangan menargetkan 12 perjanjian perdagangan baru termasuk IEU-CEPA yang saat ini memasuki perundingan putaran ke-10.

“Meluasnya pasar dan makin mudahnya produk-produk alternatif untuk dipasarkan juga akan meningkatkan minat investor dalam berbagai skala, baik investasi dalam negeri maupun luar negeri,” ucapnya.

Viva

LEAVE A REPLY