Kemenkes: Rapid Test Antigen untuk Diagnosis, Jangan Jadi Syarat Perjalanan

0
125

Jakarta | Nawacita – Juru bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menegaskan rapid test antigen merupakan alat untuk mendiagnosis seseorang apakah terpapar Covid-19 atau sebaliknya. Dia mengingatkan rapid test antigen bukan alat untuk screening Covid-19.

“Jadi untuk mendiagnosis, jangan sampai antigen ini digunakan untuk menscreening atau pun untuk seseorang melakukan perjalanan,” katanya dalam konferensi pers melalui YouTube Kemenkes RI, Rabu (10/3).

Baca Juga : Rencana Rp132 Triliun Kemenkes di Tengah PPKM Tak Efektif

Nadia mengatakan rapid test antigen akan disediakan di puskesmas. Hasil pemeriksaan rapid test antigen akan sama dengan pemeriksaan menggunakan RT-PCR.

Hanya saja, seseorang yang dinyatakan negatif Covid-19 melalui rapid test antigen akan menjalani pemeriksaan sebanyak dua kali. Sementara menggunakan RT-PCR cukup melakukan satu kali pemeriksaan.

“Ada sedikit perbedaan, kalau kasus ini kemudian kita nyatakan atau dalam pemeriksaan rapid antigen negatif maka harus dilakukan pengulangan. Pengulangan pemeriksaan antigennya dalam kurun waktu kurang dari 48 jam,” ujarnya.

Nadia menyebut, rapid test antigen akan digunakan di daerah yang sulit mendapatkan akses pemeriksaan RT PCR. Rapid test antigen juga akan digunakan di 98 kabupaten kota berstatus zona merah.

“Untuk daerah-daerah yang memiiki akses terhadap pemeriksaan RT PCR maka dilakukan pengambilan spesimen kemudian diperiksa dengan pemeriksaan PCR,” tandasnya.

Merdeka

LEAVE A REPLY