4 Klenteng Bersejarah, Salah Satunya Masuk Cagar Budaya Surabaya

0
351

Surabaya | Nawacita – Besok masyarakat Tionghoa menggelar perayaan Imlek. Namun mengingat kondisi pandemi seperti sekarang, sejumlah klenteng di Surabaya yang kemungkinan tidak akan menggelar perayaan.

Apalagi, Pemkot Surabaya mengusulkan libur nasional Imlek tahun ini ditiadakan. Hal itu dilontarkan oleh Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.

Meski begitu, 4 klenteng ini bisa tetap buka bagi para jemaat untuk melakukan sembahyang dengan mengikuti Surat Edaran Pemkot Surabaya, tentang Tahun Baru Imlek 2572 Kongsi/Li 2021, yang jatuh pada hari Jumat 12 Februari besok.

Bicara Klenteng, Surabaya memiliki 4 tempat ibadah masyarakat Tionghoa ini yang syarat dengan sejarah. Bahkan keberadaan mereka juga dilindungi dan masuk sebagai bangunan cagar budaya.

Baca Juga : Apa kalian Tau?, Arti Warna Merah dan Emas yang Identik dengan Perayaan Tahun Baru Imlek 2021

1. Klenteng Hong San Ko Tee (Klenteng Cokro)

Klenteng yang berada di Jalan Cokro ini berdiri sejak tahun 1919. Saat ini, tempat ibadat ini dijaga oleh generasi ke-5 dari keturunan pendirinya, yakni Yap Liang Sing.

Sebanyak 10 dewa-dewi yang berada di Klenteng Cokro, Buddha, dan juga aliran Kejawen, Dewi Sri. Sedangkan untuk di altar utama, ada Kongco (Dewa Utama) Kong Tik Tjoen Ong.

 

2. Klenteng Hian Thian Siong Tee

Klenteng yang memakai nama dewa ini berada tak jauh dari Masjid Cheng Hoo Surabaya. Lebih tepatnya di Jalan Kalisari 3 dengan yayasan bernama Shabat Sinoman Indonesia

Di dalam Klenteng ini, terdapat 6 Dewa, 2 Dewi, serta Buddha. Selain itu, menurut pantauan dari SuaraJatim.id, banyak bangunan baru yang dipersiapkan menampung kegiatan para jemaatnya.

 

3. Klenteng Pak Kik Bio – Hian Thian Siang Tee Surabaya

Bertempat di Jalan Jagalan Surabaya, Klenteng Pak Kik Bio Hian Thian Siang berdiri sejak 17 Juni 1952. Klenteng ini masih eksis di tengah hiruk-pikuk perdagangan Jalan Jagalan.

Masuk ke dalam Klenteng ini, suasana ramai jalan tiba-tiba lenyap. Sama seperti klenteng-klenteng lainnya, aroma wangi dupa juga sangat pekat.

Selain itu, klenteng ini dipastikan buka jelang malam tahun baru Imlek. Bagi jemaat yang melakukan sembahyang di klenteng ini akan diberikan waktu hingga pukul 21.00 WIB

 

4. Klenteng Hok An Kiong

Bangunan klenteng ini dibangun sejak tahun 1821. Sehingga oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, bangunan ini dijadikan bangunan cagar budaya pada tahun 2012.

Sebanyak 22 Arta dewa ada di Klenteng yang berada di Jalan Coklat Surabaya.Selain itu, klenteng dibawah naungan yayasan Sukhaloka ini, akan buka untuk jemaat yang sembahyang jelang pergantian tahun baru Imlek, hingga pukul 18.00 WIB

Suarajatim

LEAVE A REPLY