Puluhan Hotel dan Restoran di Yogyakarta Dijual Online

0
55

Yogyakarta | Nawacita – Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Deddy Pranowo Eryono mencatat sebanyak 50 hotel dan restoran di Yogyakarta gulung tikar akibat pandemi Covid-19. Bahkan, hotel-hotel tersebut sudah banyak merumahkan karyawan hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dia mengatakan, secara cash flow atau uang yang masuk ke hotel dan restoran tersebut sudah tidak ada sama sekali. Belum lagi, mereka harus dibebankan untuk bayar karyawan yang dirumahkan, mulai dari gaji, pesangon, hingga BPJS Ketenagakerjaanya.

“Lalu dia punya alternatif, pilihan yang terkahir yang pahit itu adalah menjual,” kata dia saat dihubungi merdeka.com, Jumat (5/2).

Baca Juga : Jokowi Serahkan Banpres Produktif Usaha Mikro untuk Para Pelaku Usaha di Yogyakarta

Dia mengakui, memang sebagian besar daripada hotel-hotel yang tutup tersebut memilih untuk menjual melalui platform online. Menurutnya, itu sah-sah saja dilakukan oleh pemilik hotel, karena memang kondisinya sangat tidak memungkinkan.

Meski begitu dirinya belum mengetahui dan mendapatkan laporan hotel-hotel mana saja yang sudah ditawarkan melalui online. “Nah itu belum ada laporan resmi ke kita, tapi itu dari mereka menawarkan melalui online. Tapi emmang kondisinya seperti itu, real-nya seperti itu,” jelas dia.

Di samping itu, PHRI juga mencatat masih terdapat sekitar 170-an hotel yang masih beroperasi di daerah Yogyakarta. Akan tetapi kondisi mereka juga sudah memprihatinkan. “Bahkan dari 400-an anggota PHRI sisanya sekitat 100-an imemilih tutup, karena melihat situasi dan kondisi. Kalau membaik dibuka lagi,” ujarnya.

Merdeka

LEAVE A REPLY